MTU News
Beranda KPU APPTS Tapteng: Pansel KPU Lulusan STM Jurusan Rekayasa Sistem

APPTS Tapteng: Pansel KPU Lulusan STM Jurusan Rekayasa Sistem

TAPANULI TENGAH | MTUNews.com – Seorang tokoh masyarakat sekaligus pengamat politik, Johannas Situmeang mengatakan bahwa sejak adanya pilkada langsung rakyat memilih, soal Pansel KPU sampai KPPS selalu ada settingan. Johannas menjelaskan settingan tersebut berjalan dengan metode STM (Sistematis, Terstruktur, dan Masif) dengan menggunakan pola rekayasa sistem. Johannas menyebutnya dengan istilah STM Jurusan Rekayasa Sistem.

Johannas mengungkapkan hal tersebut sesuai pengamatan dan pengalamannya dilapangan sekaligus menyikapi pernyataan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Junimart Girsang beberapa waktu lalu pada saat dengar pendapat dengan KPU dan Bawaslu dimana 70% komisioner KPU yang tersebar diseluruh Indonesia tidak layak pakai.

“Karena Panselnya adalah lulusan STM jurusan Rekayasa Sistem, maka hasilnya adalah produk tidak layak pakai seperti kata pak Junimart”, ujarnya melalui pesan singkat. Ia mengatakan itu dengan melihat hasil seleksi di beberapa kabupaten termasuk Tapanuli Utara. Sebagian besar peserta seleksi Badan Ad Hoc yang meraih peringkat tinggi dalam ujian tulis/CAT terbuang tanpa alasan.

Hal ini sejalan dengan investigasi media kepada beberapa peserta seleksi yang gagal meski memiliki nilai ujian tertulis yang tinggi.

Seluruh peserta seleksi yang diinvestigasi oleh media mengatakan bahwa pemahaman para komisioner yang sangat luar biasa terhadap komponen penilaian dalam wawancara, dimana hanya dengan menyuruh peserta bernyanyi, tanpa pertanyaan mendetail, dan waktu yang sangat singkat, para komisioner bisa mengisi nilai untuk seluruh komponen dalam lembar penilaian.

Bahkan adapula Komisioner yang menjanjikan kelulusan kepada peserta seleksi pada saat wawancara namun saat selesai wawancara dia mengaku ditemui oleh “orang dekat” pewawancara dan dimintai “fee”. Namun karena tidak diberikan, iapun gagal. Berkali ia menjumpai si pewawancara untuk menagih janji, namun gagal bertemu. (Choms)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan