Rombongan Forkopimda HSU terdiri dari Dandim 1001 Amuntai Gunantyo Adi Wiryawan, Sekdakab HSU H. Adi Lesmana, Kajari Agustiawan Umar, Kepala Pengadilan Negeri Rubianto Budiman, Kaban KesbangPol H. Amberani, Kadis PUPR Amos Silitonga, dan Korwil BIN Purnomo. Bupati Samosir didampingi oleh Kajari Karya Graham Hutagaol, Pabung 0210 TU G. Sebayang, Asisten I Tunggul Sinaga, Asisten II Hotraja Sitanggang, SAB Rudi Siahaan, Hut Isasar Simbolon, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, dan pimpinan OPD lainnya.
Sebagai simbol persaudaraan, Bupati Samosir memberikan cinderamata berupa ulos kepada Forkopimda HSU dan bertukar plakat antar kedua daerah. “Selamat datang di Negeri Indah Kepingan Surga, asal muasal bangsa Batak. Kita dipertemukan untuk bersilaturahmi, mengikat tali persaudaraan, dan tentunya kami sangat bersuka cita,” ujar Vandiko.
Vandiko menjelaskan kondisi geografis Kabupaten Samosir yang diberkati sebagai daerah KSPN, dengan banyak program nasional mendukung pengembangan wisata seperti WFC, menara pandang tele, kampung ulos, dan Siallagan. “Kami telah menetapkan Samosir sebagai daerah titik awal peradaban bangsa Batak,” tambah Vandiko.
Vandiko berharap kunjungan kerja ini dapat mempererat komunikasi dan persaudaraan antara kedua daerah. “Kami senang, semoga kehadiran bapak/ibu sekalian membawa kesan yang indah. Kami harapkan bisa datang lagi, mungkin di luar kunker bersama keluarga. Kami siap menyambut kedatangannya dan mudah-mudahan di lain waktu kami bisa melakukan kunjungan balasan,” tutup Vandiko.
Kajari Samosir, Karya Graham Hutagaol, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Forkopimda HSU dan berharap mereka dapat menikmati keindahan Samosir. Mewakili Forkopimda HSU, Kajari Agustiawan Umar menyampaikan rasa bangga dan hormat atas sambutan yang diterima. “Kami berharap Samosir bisa menjadi saudara angkat dengan Kalimantan, agar bisa belajar menggait wisatawan ke HSU,” kata Agustiawan.
Sekdakab HSU, Adi Lesmana, menyatakan bahwa kunjungan ini sudah lama diidam-idamkan dan merasa seperti pulang kampung sendiri. Adi menyebutkan bahwa Samosir dan HSU memiliki kesamaan yaitu banyaknya danau dan mayoritas penduduk yang berprofesi sebagai petani.
Kakan Kemenag Samosir, Tawartua Simbolon, bersama Ketua FKUB JM. Sinaga, menjelaskan bahwa keragaman umat beragama di Kabupaten Samosir terjalin dengan baik, saling menghargai, hidup rukun, dan damai. Komimfo Samosir/(Win)