MTU News
Beranda Daerah Kasus HIV di Bengkulu Meningkat, Dinkes Sorot Seks Bebas LGBT

Kasus HIV di Bengkulu Meningkat, Dinkes Sorot Seks Bebas LGBT

BENGKULU || MTUNews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu melaporkan peningkatan signifikan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di wilayah tersebut. Berdasarkan data yang dikumpulkan, kasus tersebut banyak terjadi akibat perilaku seks bebas yang melibatkan kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), terutama dalam kategori Laki-laki Sama Laki-laki (LSL).

Kepala Bidang Program Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Bengkulu, Ruslian, mengungkapkan bahwa dari Januari hingga Agustus 2024, tercatat 126 orang yang terinfeksi HIV/AIDS. Dari jumlah tersebut, 70 di antaranya berasal dari populasi LGBT dan LSL.

“Kasus HIV terbanyak berasal dari populasi LGBT dan LSL, yaitu sebanyak 70 orang,” ujar Ruslian dalam keterangannya di Kota Bengkulu pada Selasa (16/9).

Dinkes Bengkulu terus berupaya melakukan skrining dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh untuk mencegah peningkatan kasus. Sebanyak 89 pasien yang terinfeksi HIV sudah mendapatkan pengobatan dan kini berada di bawah pengawasan pihak Dinkes.

Menurut data Dinkes, Kota Bengkulu menjadi wilayah dengan jumlah kasus HIV terbanyak, yakni 90 kasus. Diikuti oleh Kabupaten Rejang Lebong dengan 14 kasus, Kabupaten Kepahiang tujuh kasus, Kabupaten Bengkulu Selatan enam kasus, dan Kabupaten Bengkulu Utara lima kasus. Selain itu, Kabupaten Mukomuko tercatat dengan dua kasus, sedangkan Kabupaten Lebong dan Kabupaten Bengkulu Tengah masing-masing memiliki satu kasus. Untuk Kabupaten Seluma dan Kabupaten Kaur, belum ditemukan kasus HIV hingga saat ini.

Ruslian mengimbau masyarakat untuk menjaga perilaku hidup sehat dan menghindari seks bebas, tidak berbagi jarum suntik, serta menjauhi narkoba sebagai langkah preventif. “Kami mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat. Bagi yang sudah terinfeksi, kami sarankan untuk tidak berhubungan dengan pasangan guna mencegah penularan lebih lanjut,” tegas Ruslian.

Langkah-langkah pencegahan ini diharapkan dapat menekan laju penularan HIV di Provinsi Bengkulu yang terus mengalami peningkatan. (Red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan