MTU News
Beranda Headline Terkini Situasi Memanas, Kemlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah

Situasi Memanas, Kemlu Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah

Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha dalam press briefing di Jakarta, Jumat (13/10/2023). (Liputan6/Benedikta Miranti)

JAKARTA || MTUNews.com – Pemerintah Indonesia mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk menunda perjalanan ke sejumlah negara di Timur Tengah terkait situasi keamanan yang memburuk di kawasan tersebut.

“Kami mengimbau WNI yang berencana ke Lebanon, Suriah, Iran, Israel, Palestina, dan Yaman untuk menunda perjalanan,” ujar Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu RI, Judha Nugraha, di Tangerang, Senin (7/10/2024), sebagaimana dilaporkan oleh Antara.

Kemlu juga meminta WNI yang masih berada di wilayah tersebut untuk segera melaporkan diri dan tetap berkomunikasi dengan KBRI di Beirut. WNI yang memiliki penerbangan ke wilayah Timur Tengah diharapkan memantau situasi, mengingat potensi gangguan penerbangan akibat ketegangan antara Iran dan Israel.

“Jika konflik meluas hingga Beirut, hal ini akan mempengaruhi kemampuan KBRI dalam melakukan evakuasi,” lanjut Judha.

Evakuasi WNI dari Lebanon

Judha juga melaporkan bahwa sebanyak 40 WNI dan satu WNA berhasil dievakuasi dari Lebanon dengan aman. Proses evakuasi ini melibatkan dua kelompok penerbangan. Kelompok pertama tiba di Indonesia menggunakan maskapai Qatar Airways QR967 pada pukul 07.49 WIB, diikuti kelompok kedua yang tiba pukul 15.30 WIB di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

“Sebanyak 41 orang berhasil tiba di Indonesia setelah melalui perjalanan panjang dari Beirut ke Damaskus, kemudian ke Amman, dan akhirnya diterbangkan ke Indonesia,” ungkapnya.

Sejak status darurat ditetapkan pada 4 Agustus 2024, total 65 WNI berhasil dievakuasi dari Lebanon, meskipun masih ada 116 WNI yang tetap berada di negara tersebut. (Red)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan