“Korban berinisial MEQ, seorang laki-laki yang mengalami luka bacok,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangannya kepada media, Sabtu (12/10/2024).
Ade Ary menjelaskan bahwa Polsek Pondok Aren telah bergerak cepat melakukan penyelidikan terkait insiden ini. Hingga saat ini, dua orang saksi telah dimintai keterangan, salah satunya adalah seorang sekuriti perumahan yang menjadi saksi mata saat peristiwa berlangsung.
Menurut kesaksian sekuriti, ia melihat sekitar 20 orang mengendarai sepeda motor secara berboncengan dan membawa senjata tajam. Mereka melintasi lokasi kejadian dengan suara bising yang mencurigakan.
“Kurang lebih ada 20 orang dalam gerombolan itu, mereka membawa senjata tajam,” ujar saksi tersebut kepada pihak kepolisian.
Dari investigasi awal, diketahui bahwa beberapa anggota gerombolan tersebut terlibat dalam bentrokan fisik. Tawuran yang terjadi dengan cepat berubah menjadi kekerasan fisik, hingga menyebabkan satu orang menderita luka parah akibat serangan senjata tajam.
“Terjadi bentrokan di antara beberapa orang, dan satu korban mengalami luka akibat terkena senjata tajam,” jelas Ade Ary lebih lanjut.
Saat ini, kasus tersebut sedang ditangani oleh Polsek Pondok Aren. Aparat keamanan masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan pihak-pihak yang terlibat dalam insiden tersebut. “Kasus ini sepenuhnya ditangani oleh Polsek Pondok Aren dan masih dalam proses penyelidikan intensif,” tutup Ade Ary. (Red)