Setelah ledakan dan kebakaran speedboat, Benny dievakuasi ke RSUD Bobong. Namun, Kepala UPTD RSUD Bobong, drg. Cecilia Octavia Mbotengu, mengungkapkan bahwa upaya tim medis untuk menyelamatkan nyawanya tidak membuahkan hasil. “Pukul 17.20 WIT, dokter yang menangani menyatakan Benny Laos meninggal dunia,” ujar Cecilia pada hari yang sama.
Kapolres Taliabu, AKBP Totok Handoyo, mengungkapkan bahwa penyebab kecelakaan ini adalah kelalaian. “Kejadian untuk sementara disebabkan kelalaian,” katanya. Sebelum speedboat meledak, diketahui bahwa mesin kapal masih dalam posisi hidup saat pengisian bahan bakar berlangsung. Selain Benny, lima orang lainnya juga kehilangan nyawa dalam insiden tersebut, sementara 16 orang lainnya dirawat karena luka-luka. Total penumpang di speedboat Bela 72 mencapai 34 orang.
Benny Laos, yang berpasangan dengan Sarbin Sehe dalam Pilgub Maluku Utara 2024, telah mengantongi dukungan dari sejumlah partai, termasuk NasDem, Partai Demokrat, Partai Gelora, Partai Buruh, PAN, PKB, PSI, dan PPP. Lahir di Ternate pada 8 Agustus 1972, Benny sebelumnya menjabat sebagai Bupati Morotai dari tahun 2017 hingga 2022, meraih suara terbanyak dengan 19.070 suara pada pemilihan tersebut.
Sebelum mencalonkan diri di Pilkada Morotai, Benny juga pernah berpartisipasi dalam Pilgub Maluku Utara 2013-2018 sebagai Cawagub mendampingi Syamsir Andili. Dia dikenal sebagai salah satu pejabat terkaya di Indonesia, dengan total harta kekayaan yang terdaftar di LHKPN mencapai lebih dari Rp500 miliar. Benny juga merupakan Direktur Utama PT Bela Cipta Sarana dan pemilik Hotel Grand Dafam Bela Ternate, hotel bintang empat yang berdiri sejak 19 Desember 2007.
Kepergian Benny Laos meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya, tim kampanye, serta masyarakat Maluku Utara yang mengharapkan perubahan dan kemajuan melalui kepemimpinannya. (Red)