Dalam pertemuan itu, Ridwan Kamil tidak hanya mendengarkan masukan, tetapi juga menjanjikan dukungan bagi komunitas Kristen di Jakarta. Salah satunya adalah rencana untuk memberangkatkan para pengurus HKBP ke Yerusalem guna menunaikan ibadah. Baik pendeta maupun pengurus HKBP akan diberi kesempatan untuk ziarah ke Tanah Suci tersebut.
“Kalau tadi marbot ada yang berangkat ke Tanah Suci Makkah, saya bertanya bagaimana dengan rekan-rekan Kristiani di HKBP. Mungkin tanah sucinya ke Yerusalem, dan itu akan kami siapkan agar terjadi keadilan. Entah itu untuk pendetanya, pengurus gerejanya, dan lainnya,” ujar RK.
RK juga menyampaikan komitmennya untuk memfasilitasi kegiatan-kegiatan keagamaan bagi jemaat HKBP, seperti penyelenggaraan sekolah minggu. Menurutnya, program ini dirancang untuk menunjukkan sikap kepemimpinan yang adil terhadap semua golongan.
“Kalau ada Maghrib mengaji untuk umat Muslim, maka untuk Kristiani ada sekolah minggu. Keduanya difasilitasi karena ada kebutuhannya. Itulah prinsip seorang pemimpin yang berkeadilan, agar dapat menciptakan masyarakat yang toleran,” jelasnya.
Lebih lanjut, RK memaparkan pengalaman kepemimpinannya selama 10 tahun sebagai wali kota dan gubernur di Jawa Barat. Dia menegaskan telah menjalankan program-program yang memberikan perlindungan dan rasa aman bagi seluruh warga, termasuk mempermudah proses perizinan rumah ibadah. “Kami memastikan agar setiap komunitas bisa menjalankan ibadahnya dengan nyaman dan sesuai aturan,” tambahnya.
Ridwan Kamil berharap, kebijakan dan komitmen yang ditawarkan ini dapat menjadi bentuk nyata dari keberpihakan terhadap semua komunitas agama, menciptakan suasana yang harmonis dan penuh toleransi di Jakarta. (Red)