Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dilaksanakan secara bertahap, terencana, dan berkelanjutan dengan berpedoman pada regulasi yang jelas. Ia juga mendorong aparatur sipil negara untuk meninggalkan pola kerja pasif dan beralih menjadi inovatif serta proaktif dalam merancang program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, perencanaan pembangunan tidak boleh bersifat jangka pendek, melainkan harus berorientasi lima hingga 25 tahun ke depan. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara saat ini tengah menyusun Rencana Induk Pembangunan 25 Tahun sebagai arah kebijakan jangka panjang agar kesinambungan program tetap terjaga meskipun terjadi pergantian kepemimpinan.
Bupati memaparkan tiga fokus utama pembangunan daerah, yakni penguatan sentra pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pengembangan sektor pariwisata. Ketiga sektor tersebut harus berjalan secara terintegrasi melalui kolaborasi lintas perangkat daerah, seperti pengembangan kawasan wisata Salib Kasih yang dikaitkan dengan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan UMKM, hilirisasi pertanian, serta pelestarian budaya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya efisiensi anggaran mengingat keterbatasan fiskal daerah, sehingga setiap program harus tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan bibit padi kepada dua kelompok tani sebagai dukungan terhadap ketahanan pangan, sekaligus mengajak seluruh peserta Musrenbang menyusun usulan berdasarkan skala prioritas kebutuhan riil masyarakat. (red-tim)