Baringbing menjelaskan bahwa peningkatan suhu politik menjelang hari pencoblosan mendorong peningkatan pengamanan, khususnya pada tahap kampanye saat ini. Penambahan personil telah dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif bagi seluruh pasangan calon (paslon) Gubsu-Wagubsu dan Cabup-Cawabup di Taput.
Sebanyak 270 personil Polres Taput didukung oleh 100 personil TNI Kodim 0210/TU, 100 personil Satpol PP, dan 1.280 petugas linmas. Polres Taput juga menerima dukungan BKO dari Brimob Polda Sumut dan Direktorat Sabhara Polda Sumut.
Di wilayah Taput terdapat total 640 TPS yang tersebar di 15 kecamatan, 241 desa, dan 11 kelurahan. Kepolisian membagi TPS berdasarkan tiga pola pengamanan: pola kurang rawan, sangat rawan, dan khusus. Sebanyak 636 TPS masuk dalam kategori kurang rawan dengan pola pengamanan 2 polisi, 8 TPS, dan 16 linmas (2:8:16).
Dua TPS di Desa Batu Harimo, Kecamatan Parmonangan, dikategorikan sangat rawan karena lokasinya yang terpencil dan sulit dijangkau. Pola pengamanan untuk TPS ini adalah 2 polisi, 1 TPS, dan 2 linmas (2:1:2). Selain itu, ada TPS khusus di Rutan Tarutung dan Lapas Siborongborong dengan pola pengamanan yang sama.
Polres Taput juga mengajak semua pihak, termasuk dua paslon Bupati, untuk menjaga situasi tetap tenang. “Kami meminta seluruh pihak, termasuk tokoh politik, masyarakat, agama, adat, dan elemen masyarakat lainnya, berperan aktif menjaga kedamaian demi tercapainya pemilu yang jujur, adil, dan damai,” ujar Baringbing. (Red-Win)