ARAS di Pilkada Taput 2024: JTP-DENS Raih 65% Suara
TAPANULI UTARA || MTUNews.com – Berdasarkan hasil raihan suara yang dikumpulkan oleh Aliansi Rakyat Tapanuli Bersatu (ARAS), JTP-Dens jauh mengungguli rivalnya SS dengan raihan 65% suara atau sebanyak 516 suara dari 791 total suara yang masuk.
Sedangkan SS meraih 35% suara atau sebanyak 275 suara. Hal ini disampaikan oleh Kordinator ARAS, Mangiring Manalu ketika dikonfirmasi di Dusun Sisoding Kecamatan Parmonangan yang sedang melakukan Rapat Daring mengenai tindak lanjut pengaduan ARAS ke KPU RI.
Mangiring mengatakan bahwa Polling tersebut diselenggarakan secara mandiri tanpa terafiliasi dengan pihak manapun dan polling telah disebar secara adil dan merata baik kepada tim JTP-Dens dan Tim SS dan terutama kepada masyarakat di wilayah Tapanuli Utara. Lebih lanjut Mangiring mengatakan bahwa polling tersebut disebar melalui pesan Whatsapp dan media sosial. “Dari hasil polling, JTP-Dens jauh unggul dari SS”, ujar Mangiring. Namun Mangiring juga perlu mewanti-wanti TIM dan Stake Holder terkait banyaknya pemilih yang tidak memberikan hak suaranya pada 27 November mendatang.

Hal ini terbukti jelas dari banyaknya pesan balasan melalui WhatApp yang mengatakan Golput. “TIM dan Stake Holder terkait harus bekerja ekstra keras untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya, demi Tapanuli Utara Sejahtera”, ujar Mangiring. “Meski bukan penentu, polling ini adalah gambaran yang nyata akan hasil pilkada Taput nanti. Oleh karena itu, bagi yang unggul jangan terlena dan bagi yang belum unggul agar terus berbenah”, tandas Mangiring.
Dikonfirmasi terpisah, Tim Pemenangan JTP-Dens, Rijon Manalu mengatakan bahwa Polling tersebut membuktikan bahwa sebagian besar masyarakat Tapanuli Utara tidak menerima Politik Dinasti dan tidak mengiginkan kekuasaan itu terlalu lama. Mereka lebih memilih perubahan bersama JTP-Dens.
“Mari kita awasi TPS, dan desa kita masing-masing, mohon atensi Bawaslu, Polisi, agar memantau dan menangkap para pelaku yang ingin merusak Tapanuli Utara dengan melakukan Money politik. Mohon agar tim ada yang tinggal di desa dan TPS untuk mengawasi gerak gerik terkhusus orang luar yang mencurigakan”, ujar Rijon sebagaimana yang dikutip dari Media Sosialnya.
Sementara itu, salah seorang Pemerhati Politik Tapanuli Utara berinisial MS yang juga simpatisan SS mengatakan bahwa Polling tersebut diisi oleh kebanyakan orang diluar Tapanuli Utara. MS mengatakan bahwa TIM Pemenangan SS tidak mengikuti Polling dan lebih berfokus pada upaya pemenangan secara nyata dilapangan. “TIM tidak ikut dalam kegiatan survei atau Polling manapun, dan lebih berfokus pada kegiatan nyata dilapangan” ujarnya. (Choms)










