“Kita sedang mempersiapkan Indonesia Emas 2045 dengan grand strategy yang dimulai dari sekarang hingga 2029,” ungkap Satryo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Ia menekankan bahwa Kemdiktisaintek terus berupaya memastikan pendidikan tinggi di Indonesia mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) yang relevan dan unggul untuk memenuhi kebutuhan masa depan.
“Pendidikan tinggi harus benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu, setiap perguruan tinggi perlu menata kembali program-programnya agar selaras dengan tujuan tersebut,” tambahnya.
Satryo juga mengimbau perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang berdaya guna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat luas. Menurutnya, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan membaca, menulis, budaya kerja, kerja tim, dan komunikasi yang efektif.
“Selain itu, setiap lulusan harus memiliki kemampuan belajar sepanjang hayat karena tantangan masa depan, termasuk keberadaan kecerdasan buatan (AI), memerlukan SDM yang adaptif dan inovatif,” ujar Satryo.
Ia menutup dengan penekanan pada pentingnya penguasaan teknologi dan peningkatan produktivitas sebagai kunci membawa Indonesia bersaing di kancah global. (red-win)