Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menjelaskan bahwa perubahan ini terjadi karena adanya dorongan penuh dari para kader di tingkat DPD dan DPC.
“Pagi tadi, saat Rapimnas dimulai, kami menyampaikan aspirasi tersebut. Ketua Dewan Pembina menyatakan bahwa jika itu adalah kehendak kader dan partai, maka forum ini boleh menjadi Kongres Luar Biasa,” kata Muzani.
Sebagai pimpinan sidang sementara, Muzani langsung mengetok palu untuk menetapkan perubahan tersebut.
“Maka, pada Kamis, 13 Februari, Partai Gerindra resmi mengadakan Kongres Luar Biasa ke-7,” imbuhnya.
Prabowo Kembali Pimpin Gerindra 2025-2030
Dalam KLB ini, lima keputusan utama diambil, termasuk penetapan kembali Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra untuk periode 2025-2030.
“Yang pertama, menerima laporan pertanggungjawaban DPP Partai Gerindra periode 2020-2025. Laporan ini dinilai sangat memuaskan dalam hal prestasi politik, kepercayaan rakyat, hingga keuangan. Semua DPC dan DPD menerima laporan tersebut tanpa catatan,” ujar Muzani.
Keputusan selanjutnya adalah menetapkan kembali Prabowo sebagai Ketua Umum dan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.
“DPC dan DPD meminta agar Pak Prabowo kembali menjadi Ketua Umum. Ketika ditanya, beliau menyatakan bahwa jika itu adalah permintaan kader, maka beliau siap menerima,” lanjut Muzani.
Selain itu, Prabowo juga diberi mandat sebagai formatur tunggal yang memiliki kewenangan menyusun kepengurusan DPP Partai Gerindra yang baru serta melakukan penyempurnaan anggaran dasar dan rumah tangga partai.
Dorongan untuk Pilpres 2029
Keputusan yang paling menarik perhatian dalam KLB ini adalah permintaan kader agar Prabowo kembali maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029.
“Kongres meminta Pak Prabowo agar bersedia maju kembali sebagai calon presiden pada Pilpres 2029. Beliau menjawab, ‘Insya Allah,’ namun meminta waktu untuk menyelesaikan tugasnya sebagai presiden dan memenuhi janji kepada rakyat,” ungkap Muzani.
Dengan keputusan ini, Gerindra menegaskan kesetiaan dan dukungan penuh terhadap Prabowo, tidak hanya sebagai pemimpin partai tetapi juga sebagai tokoh utama dalam kontestasi politik nasional ke depan. (red-jeconiah)