Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pol Raden Slamet Santoso, menegaskan bahwa pihaknya akan mengintensifkan tindakan hukum guna menciptakan perjalanan yang aman dan tertib bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk menindak tegas travel gelap dan pelanggaran ODOL yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, upaya pencegahan kecelakaan juga menjadi prioritas kami,” ujar Raden Slamet, Jumat (7/3/2025).
Dalam dua tahun terakhir, angka kecelakaan lalu lintas masih tinggi. Pada 2023, tercatat 152.000 kasus kecelakaan, sementara pada 2024 jumlahnya sedikit menurun menjadi 150.000 kasus. Untuk 2025, Korlantas Polri menargetkan penurunan yang lebih signifikan dengan memperkuat strategi preemtif, preventif, penegakan hukum, serta peningkatan pelayanan publik.
Polri juga akan meningkatkan patroli di jalan tol sebagai bagian dari Satgas Kamseltibcarlantas. Tim ini mencakup Tim Traffic Accident Analysis (TAA), Tim Urai, dan Tim Rekayasa Lalu Lintas yang bertugas merespons kemacetan dan kecelakaan dengan cepat dan efektif.
“Kami akan memperkuat patroli di jalan tol dan titik rawan kecelakaan. Satgas Kamseltibcarlantas akan berperan aktif dalam mengatur lalu lintas dan memastikan arus mudik tetap lancar,” jelas Raden Slamet.
Selain itu, potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan banjir di beberapa ruas jalan juga menjadi perhatian khusus. Korlantas Polri mengimbau petugas di lapangan untuk lebih proaktif dalam mengatur arus kendaraan guna mencegah kemacetan di titik-titik rawan.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Operasi Ketupat 2025 diharapkan mampu menciptakan arus mudik yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat. (red-win)