MTU News
Beranda Bencana Alam Gempa Guncang Luat Pahae

Gempa Guncang Luat Pahae

TAPANULI UTARA || MTUNews.com– Warga di kawasan Luat Pahae, Sumatera Utara, pagi ini (Selasa, 18 Maret 2025), dilanda kepanikan setelah guncangan gempa bumi berkekuatan 5,5 skala richter (SR) mengguncang wilayah tersebut pada pukul 05:20 WIB. Gempa yang berpusat di sebelah selatan Tapanuli Utara ini dirasakan cukup kuat, mengakibatkan banyak rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang, sementara perabotan rumah tangga berserakan akibat kerasnya guncangan. Beberapa warga melaporkan merasa panik dan kesulitan untuk menyelamatkan diri akibat guncangan yang datang secara mendalam.

Selain kerusakan pada bangunan rumah, dampak paling parah dari gempa ini terjadi di jalur Lobu Pining Pahae Julu. Tanah longsor besar menutupi hampir 100 meter jalan raya, tepatnya sekitar 10 meter setelah jembatan kembar Aek Nambilung. Longsoran tanah juga menimbulkan retakan besar pada beberapa titik di sepanjang jalur Ruang Nihomang Sialang Pahae Julu, memperburuk kondisi jalan yang sudah terjal dan rawan longsor. Longsor ini membuat akses transportasi di kawasan tersebut terputus total.

Informasi yang diperoleh awak media dari masyarakat setempat mengungkapkan bahwa seorang nenek berusia 65 tahun menjadi korban meninggal dunia. Nenek tersebut dilaporkan tidak sempat menyelamatkan diri dan terperangkap dalam rumahnya yang terseret longsor. Peristiwa tragis ini terjadi di titik longsor yang berbeda, di sekitar jalur Onan Hasang-Lobu Pining.

Akibat longsor besar ini, jalur utama Pahae-Sipirok terpaksa lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan. Namun, sesuai pantauan awak media di lapangan, alat berat jenis Dozer sudah mulai dikerahkan oleh pihak berwenang untuk membuka kembali badan jalan yang tertutup tanah longsor. Diperkirakan, jalur ini bisa dibuka kembali dan dapat dilalui oleh kendaraan pada sore hari setelah proses pembersihan selesai.

Pihak berwenang dan petugas kebencanaan menghimbau kepada seluruh pengguna jalan yang hendak melintas di jalur Lintas Pahae-Sipirok agar mencari jalur alternatif atau tempat peristirahatan sementara, mengingat jalur tersebut kini terhenti sementara waktu. Hal ini bertujuan untuk menghindari penumpukan kendaraan yang bisa menambah kepadatan dan kecelakaan lebih lanjut di kawasan longsor. Pihak berwenang juga mengingatkan pentingnya waspada terhadap potensi gempa susulan yang mungkin terjadi, mengingat jalur ini berada di kawasan lereng bebukitan yang rawan longsor.

Hingga berita ini diturunkan, masih terjadi beberapa gempa kecil yang mengguncang kawasan Pahae. Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan mematuhi imbauan dari pihak berwenang demi keselamatan bersama. (red-jufri panjaitan)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan