Bimo-Djaka Siap Dongkrak Pajak dan Bea Cukai
JAKARTA || MTUNews.com – Praktisi bisnis dan pengamat ekonomi nasional, John Palinggi, menilai bahwa penunjukan Bimo Wijayanto sebagai Direktur Jenderal Pajak dan Letjen TNI Djaka Budi Utama sebagai Direktur Jenderal Bea dan Cukai akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan negara, khususnya dari sektor pajak dan kepabeanan.
“Kedua figur ini tentu memiliki sistem jaringan orang-orang yang dapat dipercaya dalam melakukan pencegahan dan penertiban terhadap praktik ilegal, baik di bidang perpajakan maupun kepabeanan. Saya optimistis terhadap penempatan kedua sosok ini,” ujar John dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (21/5).
Ia menilai bahwa langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menunjuk dua pejabat strategis tersebut menunjukkan komitmen kuat untuk memperbaiki kondisi fiskal negara. John juga meyakini bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo, upaya pemberantasan penggelapan pajak serta penertiban ekspor-impor ilegal akan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh.

“Presiden Prabowo memiliki kemampuan dan keberanian untuk menyelesaikan persoalan fiskal. Penunjukan Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai yang baru ini adalah salah satu bagian dari langkah strategis tersebut,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara Kementerian Keuangan dan institusi lain seperti TNI AL dalam mengawasi jalur ekspor dan impor, sekaligus menutup celah kebocoran di sektor kepabeanan.
Menurut John, reformasi di bidang perpajakan pun menjadi hal yang mendesak. “Kita perlu mencegah kebocoran dan penggelapan pajak yang terus berulang dari tahun ke tahun. Saya yakin Presiden Prabowo secara bertahap akan mampu mengatasi persoalan ini secara tuntas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa langkah-langkah ekonomi pemerintahan saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersikap optimis dan tidak mudah terjebak dalam sikap pesimistis.

“Bangsa besar harus dibangun dengan pemikiran besar. Harus ada semangat, optimisme, dan harapan bahwa hari esok akan lebih baik,” kata John.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo telah menunjuk Bimo Wijayanto dan Letjen TNI Djaka Budi Utama untuk mengisi dua posisi strategis tersebut. Bimo mengonfirmasi hal ini setelah menghadap Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (20/5).
“Saya diberikan mandat oleh Presiden. Nanti akan bergabung di Kementerian Keuangan sesuai arahan Menteri Keuangan. Begitu juga dengan Letjen Djaka,” ujar Bimo dalam keterangan pers.
Terkait waktu pelantikan, Bimo menyatakan masih menunggu arahan lebih lanjut dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sebagai catatan, Djaka Budi Utama saat ini menjabat sebagai Sekretaris Utama di Badan Intelijen Negara (BIN) dan merupakan perwira tinggi aktif dengan pangkat Letnan Jenderal TNI. Sementara itu, Bimo Wijayanto adalah mantan Tenaga Ahli Utama di Kedeputian II Kantor Staf Presiden serta pernah menjabat Asisten Deputi Investasi Strategis di Kemenko Maritim dan Investasi. (red-MSitompul)











