“Anak Saya Diancam Dibunuh” – Ibu Mahasiswa Unila yang Tewas
LAMPUNG || MTUNews.com – Pratama Wijaya Kusuma, mahasiswa Universitas Lampung (Unila) jurusan Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis, menghembuskan napas terakhirnya pada Senin, 28 Mei 2025, setelah berbulan-bulan berjuang melawan trauma dan luka pasca mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala. Diksar tersebut digelar pada 11–14 November 2024, dan diikuti bersama lima peserta lainnya.
Tragisnya, sebelum meninggal dunia, Pratama sempat memohon kepada ibunya, Wirnawarni, untuk tidak melaporkan kejadian yang dialaminya kepada polisi. Dengan suara lirih dan penuh ketakutan, Pratama memelas, meminta ibunya diam demi keselamatannya. “Mama jangan cerita-cerita, nanti aku diancam, nanti aku diincar mau dibunuh,” tutur sang ibu sambil menangis saat menceritakan kembali permintaan putra tercintanya.
Selama masa perawatan, Pratama enggan dibawa ke rumah sakit karena khawatir keberadaannya diketahui oleh pihak yang mengancam. “Kita pulang aja Ma, jangan ngomong ke mana-mana kalau Mama masih sayang sama Udo,” ucap Pratama, panggilan kesayangan yang selalu digunakan sang ibu.

Wirnawarni mengaku tidak tahu siapa pelaku ancaman tersebut, karena Pratama tidak pernah menyebutkan nama. Namun, ia percaya ada ketakutan besar yang disembunyikan anaknya.
Kini, harapan keluarga hanya satu: agar kematian Pratama tidak berakhir menjadi misteri. Mereka telah melaporkan kasus ini ke Polda Lampung, berharap penyelidikan dapat mengungkap kebenaran dan keadilan bagi anaknya.
Dugaan kuat menyebutkan bahwa Pratama menjadi korban kekerasan dalam proses Diksar yang seharusnya menjadi ajang pembentukan karakter, bukan ajang kekerasan. Kematian ini menyisakan duka mendalam dan tanda tanya besar atas keselamatan mahasiswa dalam kegiatan ekstrakurikuler kampus. (red-Malwin)










