MTU News
Beranda ASN Mendagri: Infrastruktur Kunci Pertumbuhan Daerah

Mendagri: Infrastruktur Kunci Pertumbuhan Daerah

Foto: Mendagri RI – Muhammad Tito Karnavian – istimewa

JAKARTA || MTUNews.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan akses merupakan faktor fundamental dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di daerah.

Pernyataan itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 yang digelar di Jakarta, Rabu (11/6). Dalam forum tersebut, Mendagri menyoroti perlunya transformasi pola pikir para pemimpin daerah dan pejabat publik dalam melihat pentingnya penyediaan infrastruktur sebagai pendorong utama pembangunan.

“Kita juga perlu mengubah pola pikir para pemimpin dan pejabat publik agar lebih sadar akan pentingnya penyediaan infrastruktur dasar untuk mendorong pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Tito.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara soal fisik, tetapi juga menyangkut perubahan struktural dalam tata kelola pemerintahan dan kolaborasi antarlembaga. Ia menekankan bahwa kepala daerah memegang peranan penting dalam membuka akses dan membangun infrastruktur di wilayah masing-masing.

“Mereka (Pemda) memiliki kewenangan membuat peraturan daerah dan kebijakan pembangunan. Karena itu, harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota menjadi sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih aturan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mendagri menekankan pentingnya penggunaan data yang terintegrasi dalam proses perencanaan infrastruktur. Menurutnya, data yang akurat akan mempermudah pemerintah dalam menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan nyata dan kondisi wilayah.

Selain itu, Tito juga mendorong terwujudnya iklim inovasi dan kompetisi sehat antarwilayah sebagai upaya meningkatkan kinerja pemerintahan daerah. Ia menyebut bahwa sistem pemilihan langsung menjadikan elektabilitas dan popularitas sebagai faktor pendorong bagi kepala daerah untuk menunjukkan hasil kerja nyata.

“Kepala daerah akan berusaha sebaik mungkin karena mereka tahu rakyatlah yang menilai. Elektabilitas dan popularitas adalah dua kata kunci yang menentukan,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Kemendagri juga memberikan penghargaan kepada kepala daerah yang menunjukkan kinerja unggul dalam pembangunan infrastruktur, sekaligus membuka ruang evaluasi dan pembinaan bagi daerah yang masih tertinggal.

Tito juga menyoroti pentingnya praktik berbagi pengalaman antarwilayah dan mengadopsi inovasi dari luar negeri yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal. “Saya senang kalau ada kepala daerah yang belajar langsung dari bupati lain yang sukses dalam inovasi pembangunan. Kita juga bisa belajar dari negara lain, baik lewat media sosial, televisi, maupun jalur diplomatik,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus mempertimbangkan keragaman geografis Indonesia. Dari kota besar hingga desa terpencil, dari pesisir hingga pegunungan, semua memiliki kebutuhan spesifik yang harus dijawab oleh kebijakan infrastruktur nasional.

“Kita punya banyak pulau, wilayah terpencil di hutan dan pegunungan. Semua itu harus menjadi perhatian dalam perumusan kebijakan pembangunan. Infrastruktur bukan hanya soal beton, tapi soal keadilan dan konektivitas nasional,” tutup Tito. (red-Samuel)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan