MTU News
Beranda Budaya Asesor UNESCO Kaget Tiket Taman Eden Hanya Rp50 Ribu!

Asesor UNESCO Kaget Tiket Taman Eden Hanya Rp50 Ribu!

Foto: Asesor UNESCO Prof. Jose Brilha dan Dr. Jeon Yongmun menikmati kuliner khas Geosite Hutaginjang dari tangan-tangan UMKM Danau Toba, Selasa (22/7/2025).

MEDAN || MTUNews.com – Tim asesor UNESCO Global Geopark Kaldera Toba mengaku terkejut dengan harga tiket masuk ke Geosite Taman Eden 100 di Kabupaten Toba, Sumatera Utara, yang hanya dibanderol Rp50.000 per orang untuk turis asing dan Rp30.000 bagi wisatawan lokal. Hal itu diungkapkan oleh Prof. Jose Brilha dari Portugal, salah satu asesor UNESCO dalam agenda revalidasi status Geopark Kaldera Toba yang berlangsung 21–25 Juli 2025.

“Berkeliling di sini, mempelajari semua, menikmati sungai dan air terjun, itu pengalaman luar biasa. Harga tiket Rp50.000 masih sangat murah. Bahkan kalau dinaikkan 10 kali lipat pun, turis asing tetap akan merasa pantas membayar,” ujar Jose usai meninjau kawasan seluas 40 hektare tersebut.

Taman Eden 100 menawarkan keindahan hutan tropis, konservasi anggrek langka, air terjun alami, sungai jernih, hingga keanekaragaman flora dan fauna khas Danau Toba. Pengelolaan kawasan ini dinilai berkontribusi besar dalam edukasi lingkungan dan pelestarian warisan geologi (geosite) yang menjadi salah satu syarat utama UNESCO Global Geopark.

Tak hanya itu, para asesor juga dibuat kagum dengan keragaman kuliner lokal yang mereka cicipi saat kunjungan ke Geosite Huta Ginjang. Prof. Jose Brilha bersama rekannya, Dr. Jeon Yongmun dari Korea Selatan, menikmati makanan tradisional seperti ombus-ombus, keripik andaliman, kopi wine dari arabika fermentasi, serta berbagai produk unggulan UMKM lokal.

“Selama di sini saya terus makan. Semuanya enak dan unik,” ungkap Jeon sambil tersenyum.

Revalidasi ini merupakan tindak lanjut dari peringatan “kartu kuning” yang diberikan UNESCO pada pertemuan di Maroko, 4–5 September 2023 lalu, karena beberapa kriteria penilaian belum terpenuhi oleh Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp). Mereka diberi waktu dua tahun untuk melakukan perbaikan sebelum peninjauan ulang pada 2025 ini.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Sumatera Utara, Yuda Pratiwi Setiawan, mengatakan bahwa tim asesor memberikan banyak catatan positif terhadap perkembangan kawasan Kaldera Toba selama revalidasi hari pertama.

“Kami berharap ini menjadi awal yang baik menuju penguatan status Geopark Kaldera Toba sebagai bagian dari jaringan geopark dunia,” ujar Yuda saat dihubungi di Medan, Senin (22/7/2025).

Sementara itu, pengelola Taman Eden 100, Made Sirait, menegaskan bahwa harga tiket murah sengaja dipertahankan agar masyarakat, khususnya pelajar dan wisatawan lokal, bisa lebih mudah mengakses kawasan konservasi ini.

“Kami ingin masyarakat semakin mengenal kekayaan alam, flora dan fauna khas Danau Toba. Semakin banyak yang datang, semakin besar pula dukungan terhadap pelestarian alam ini,” pungkasnya. (red-MS)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan