Klarifikasi HKBP: Tidak Ada Demonstrasi di Lokasi Rapat Pendeta
TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Pendeta Victor Tinambunan menyampaikan klarifikasi sekaligus ucapan terima kasih melalui akun Facebook pribadi “Victor Tinambunan” atas terselenggaranya Rapat Pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang digelar pada 27–30 Oktober 2025. Dalam unggahannya, ia menegaskan bahwa tidak ada demonstrasi yang terjadi di Kantor Pusat HKBP maupun di lokasi rapat di Seminarium Sipoholon.
Perlu kami tegaskan dengan jelas bahwa tidak ada demonstrasi yang terjadi di Kantor Pusat HKBP maupun di lokasi Rapat Pendeta di Seminarium Sipoholon. Aksi yang dimaksud berlangsung di kota Tarutung, dan berdasarkan informasi yang kami terima, aksi tersebut dilakukan oleh kelompok pendukung PT Toba Pulp Lestari (TPL). Mereka bukanlah jemaat HKBP, meskipun mungkin terdapat beberapa individu yang juga berstatus sebagai warga HKBP—yang tetap kami hormati dan kasihi sebagai sesama anak Tuhan.
Di antara sejumlah spanduk yang tampak dalam aksi itu, terdapat tulisan “Ganti Ephorus.” Berdasarkan foto dan video yang beredar di media sosial, terlihat bahwa doa dalam aksi tersebut dipimpin oleh seorang pendeta. Namun dengan tegas kami sampaikan bahwa pendeta tersebut bukan pendeta HKBP.

Demi menjaga kesatuan tubuh Kristus dan memelihara hubungan baik antar denominasi gereja, kami dengan rendah hati mengimbau agar seluruh pihak tidak mencampuri urusan internal gereja lain. Akan menjadi kekeliruan besar bila saya, atau siapa pun dari HKBP, terlibat dalam demonstrasi yang menyerukan pergantian pimpinan gereja lain—terlebih jika hal tersebut tidak berdasar pada kebenaran dan kasih.
Saya juga memohon bantuan informasi dari siapa pun yang mengetahui identitas pendeta yang memimpin doa dalam aksi tersebut. Saya ingin berbicara secara pribadi dan penuh kasih dengannya, agar semangat persaudaraan dan kebersamaan antar gereja tetap terjaga, serta kita dapat saling menopang dalam mewujudkan kehendak Tuhan.
Kepada seluruh Pendeta HKBP, saya mengingatkan dengan kasih dan kerendahan hati: jangan pernah melakukan tindakan serupa, apalagi jika disertai niat tersembunyi untuk menarik anggota dari gereja lain. Biarlah pelayanan kita menjadi cerminan kasih Kristus yang tulus dan murni, bukan alat untuk persaingan antar umat.
Akhirnya, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran Kepolisian Resor Tapanuli Utara, yang dengan profesional telah memahami dan menghormati bahwa Rapat Pendeta HKBP merupakan bagian dari ibadah, dan dalam negara yang menjunjung tinggi konstitusi, ibadah tidak boleh diganggu. Terima kasih yang tulus saya sampaikan kepada Bapak Kapolres, Wakapolres, dan seluruh personel Polres Tapanuli Utara atas pengamanan yang penuh dedikasi dan tanggung jawab. (red-Win)










