Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa korban tersebar di lima kecamatan. Di Kecamatan Palembayan tercatat 27 korban, terdiri atas 21 orang yang telah teridentifikasi dan enam lainnya masih menunggu proses identifikasi. Temuan tersebut berasal dari beberapa desa, yakni tujuh korban di Kampung Tangah, sembilan korban di Kampung Tangah Timur, serta 17 korban di Subarang Ala yang seluruhnya telah dipastikan identitasnya.
Selain Palembayan, Kecamatan Malalak melaporkan 10 korban jiwa, Kecamatan Tanjung Raya dua korban, Palupuh satu korban, dan Kecamatan Matur satu korban. Seluruh korban di wilayah tersebut sudah teridentifikasi oleh petugas.
BPBD Agam juga mencatat masih ada 78 warga yang belum ditemukan. Sebagian besar berasal dari Palembayan dengan total 69 orang, sementara Kecamatan Malalak melaporkan tujuh warga hilang, dan Tanjung Raya dua warga.
BNPB menyatakan bahwa tim SAR gabungan terus memperluas operasi pencarian, dibantu pengerahan alat berat di kawasan yang tertimbun material longsor maupun terdampak banjir bandang. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, relawan, dan instansi terkait juga memastikan kebutuhan dasar warga yang mengungsi tetap terpenuhi selama proses penanganan darurat berlangsung. (red-win)