JAKARTA || MTUNews.com – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan TNI AD akan membangun jembatan darurat untuk memulihkan kembali akses darat yang terputus akibat banjir dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra. Dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu, Maruli menyebut pihaknya telah menyiapkan delapan set Jembatan Bailey yang dijadwalkan diberangkatkan paling lambat pada Jumat.
Ia menjelaskan bahwa proses pengiriman membutuhkan waktu beberapa hari sebelum rangkaian jembatan tiba di titik-titik jalur yang rusak. Setelah berada di lokasi, pembangunan akan dikebut agar konektivitas dapat segera pulih. “Pemasangan diperkirakan memakan waktu sekitar lima hari hingga satu minggu,” ujar Maruli.
Sembari mempersiapkan pembangunan jembatan, TNI AD juga terus mengerahkan personel untuk membantu evakuasi warga serta distribusi logistik di kawasan terdampak banjir. Meski tidak merinci lokasi pembangunan jembatan, Maruli menegaskan bahwa sejumlah jalur di Sumatra masih terputus, termasuk di wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Akibat kerusakan akses darat tersebut, pengiriman bantuan untuk sementara masih mengandalkan metode air drop dan helibox menggunakan pesawat angkut TNI AU. Warga berharap pemulihan akses darat dapat segera rampung agar distribusi bantuan dan mobilitas masyarakat kembali lancar. (red-ms)