Derita Warga Serpong: Rumah Terkepung Sampah, Kesehatan Terancam
TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Warga Serpong yang tinggal berdampingan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang terus merasakan dampak serius dari penumpukan sampah yang kian menggunung. Agus (50), warga yang rumahnya berada tepat di sisi TPA, mengaku kerap mengalami sesak napas akibat aroma sampah yang menyengat dan tak pernah hilang.
Agus mengatakan udara di lingkungannya dulunya masih segar, namun berubah drastis sejak volume sampah di TPA Cipeucang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Saat detikcom mengunjungi rumah Agus pada Rabu (10/12), bau sampah sudah tercium kuat bahkan dari Jalan Raya Serpong dekat Bintan Indah. Semakin mendekati permukiman, aroma menyengat itu kian menusuk hingga terasa menempel di pakaian.
Kepada detikcom, Agus mengungkapkan sesak napas yang dialaminya semakin memburuk dalam dua tahun terakhir. Ia mengaku jarang berobat karena trauma setelah kehilangan salah satu anaknya yang sempat dirawat bertahun-tahun lalu. Selain sesak napas, Agus dan keluarganya juga mengalami gatal-gatal dan bentol merah akibat paparan udara dan lingkungan yang tercemar.

Agus merupakan warga lama yang tinggal di wilayah itu sejak sebelum TPA Cipeucang beroperasi. Sejak TPA mulai berfungsi lebih dari 10 tahun lalu, jumlah sampah terus meningkat hingga menggunung dan mencemari lingkungan sekitar. Akibat overload, sumur warga pun terdampak cairan lindi, memaksa Agus membeli air isi ulang untuk kebutuhan MCK dan air galon untuk minum selama empat tahun terakhir. Baru lima bulan terakhir, ia menerima suplai air bersih dari pemerintah.
Keluhan warga sudah berkali-kali disampaikan ke pemerintah daerah, namun responnya dinilai lambat. Meski pemerintah memberikan kompensasi Rp 250.000 per KK per tahun, Agus menilai jumlah tersebut tidak sebanding dengan dampak kesehatan dan risiko banjir yang mereka hadapi setiap hari.
Pada Senin (8/12), warga dari RT 006 RW 004 dan Desa Kademangan menggelar aksi protes di kantor UPTD Cipeucang, menuntut penutupan TPA, penanganan lindi, perapihan saluran air, hingga kompensasi kesehatan. Setelah aksi berlangsung, pembuangan sampah ke TPA Cipeucang telah dihentikan sementara. (red-jec)










