MTU News
Beranda Berita Viral AS Gempur Venezuela, Klaim Tangkap Presiden Maduro

AS Gempur Venezuela, Klaim Tangkap Presiden Maduro

Foto: Ledakan dan Mobilisasi Militer di Caracas Warga di Caracas melaporkan suara ledakan keras dan pesawat rendah yang mengguncang kota pada dini hari, menyebabkan pemadaman listrik di beberapa area dan mobilisasi pasukan Venezuela. Pemerintah Venezuela menyebut tindakan AS sebagai “agresi militer besar-besaran” dan segera memberlakukan keadaan darurat nasional, memerintahkan pasukan untuk mempertahankan wilayahnya. EFE Noticias Dalam pernyataannya, pemerintah Venezuela mendesak masyarakat internasional untuk menolak apa yang mereka gambarkan sebagai pelanggaran kedaulatan dan menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Reuters

CARACAS || 3 Januari 2026 — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan militer berskala besar terhadap Venezuela dini hari Sabtu, menyerang sejumlah target di ibu kota Caracas dan wilayah lain di negara itu. Dalam pengumuman yang diposting di platform sosial media miliknya, ia menyatakan bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri oleh pasukan AS.EFE Noticias+1

Menurut keterangan Gedung Putih, operasi ini dilakukan sebagai bagian dari pendekatan yang mereka sebut sebagai upaya untuk menegakkan keadilan atas dugaan pelanggaran hukum, termasuk dugaan keterlibatan Maduro dalam konspirasi narkotika yang telah lama ditentang Washington. Trump bahkan menyatakan bahwa AS “akan sementara mengendalikan Venezuela” untuk memastikan transisi kepemimpinan dan stabilitas politik.

Profil Nicolás Maduro
Dikutip dari AFP, Sabtu (3/1/2026), Nicolás Maduro pertama kali berkuasa di Venezuela pada 2013. Ia mengklaim terpilih kembali pada 2018 dan 2024 dalam pemilu yang banyak dikecam penuh kecurangan. Pada Januari 2025, Maduro dilantik untuk masa jabatan ketiga, membuatnya berkuasa hingga 18 tahun, melampaui Hugo Chávez. Mantan sopir bus berusia 63 tahun ini pernah menjabat sebagai anggota parlemen, menteri luar negeri, dan wakil presiden sebelum ditunjuk Chávez sebagai penerusnya. Meski sempat diragukan karena minim karisma, Maduro mampu bertahan di tengah sanksi AS dan krisis ekonomi, dengan dukungan kuat istrinya, Cilia Flores, mantan jaksa dan eks Ketua Majelis Nasional.

Ledakan dan Mobilisasi Militer di Caracas

Warga di Caracas melaporkan suara ledakan keras dan pesawat rendah yang mengguncang kota pada dini hari, menyebabkan pemadaman listrik di beberapa area dan mobilisasi pasukan Venezuela. Pemerintah Venezuela menyebut tindakan AS sebagai “agresi militer besar-besaran” dan segera memberlakukan keadaan darurat nasional, memerintahkan pasukan untuk mempertahankan wilayahnya.EFE Noticias

Dalam pernyataannya, pemerintah Venezuela mendesak masyarakat internasional untuk menolak apa yang mereka gambarkan sebagai pelanggaran kedaulatan dan menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).Reuters

Status Penangkapan Maduro dan Ibu Negara

Trump mengunggah foto yang menurutnya menunjukkan Maduro berada di atas kapal perang AS USS Iwo Jima, mengenakan pakaian abu-abu dan dengan mata tertutup kain hitam, sambil menggenggam botol air. Pernyataan tersebut menyebutkan bahwa baik Maduro maupun Cilia Flores telah ditahan. Hingga saat ini, pemerintah Venezuela belum mengonfirmasi lokasi atau kondisi keduanya secara independen.

Penting dicatat bahwa klaim penangkapan ini masih menunggu verifikasi independen, dan situasi di lapangan sangat dinamis. Pejabat Venezuela, termasuk Wakil Presiden Delcy Rodríguez, menuntut “bukti kehidupan” menunjukkan bahwa Maduro masih hidup di tangan AS.

Alasan Maduro Ditangkap AS
Dikutip dari NPR, dakwaan di pengadilan federal New York menuduh Presiden Venezuela Nicolás Maduro terlibat konspirasi terorisme narkoba, impor kokain, dan pelanggaran senjata. Istrinya, Cilia Flores, serta sejumlah pejabat senior, termasuk putra Maduro, juga didakwa. Jaksa menuding Maduro selama lebih dari dua dekade menyalahgunakan kekuasaan negara untuk menyelundupkan berton-ton kokain ke Amerika Serikat melalui jaringan geng yang dilindungi negara. Dakwaan ini melengkapi kasus serupa yang diumumkan sejak 2020, yang sempat dibantah Maduro sebelum akhirnya ia ditangkap. (red-ms)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan