Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengatakan, Thomas Djiwandono unggul dibanding dua kandidat lain yang berasal dari internal Bank Indonesia, yakni Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono dan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M. Juhro. Menurut Misbakhun, kesepakatan tersebut dicapai melalui mekanisme musyawarah mufakat oleh delapan pimpinan kelompok fraksi di Komisi XI.
“Dalam rapat internal tersebut telah disepakati bahwa Deputi Gubernur BI pengganti Bapak Juda Agung adalah Bapak Thomas Djiwandono,” ujar Misbakhun usai rapat internal di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.
Misbakhun menjelaskan, salah satu pertimbangan utama pemilihan Thomas adalah kemampuannya diterima oleh seluruh fraksi partai politik di DPR RI serta kapasitasnya dalam menjelaskan pentingnya sinergi kebijakan moneter dan fiskal guna memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, isu penguatan koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal menjadi tantangan utama perekonomian saat ini.
“Isu yang sedang menguat saat ini adalah bagaimana membangun sinergi yang saling memperkuat antara kebijakan moneter dan fiskal,” kata Misbakhun.
Keputusan Komisi XI DPR RI tersebut selanjutnya akan dibawa ke Sidang Paripurna DPR RI untuk disahkan. Misbakhun menyebutkan, Sidang Paripurna dijadwalkan berlangsung pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
“Hari ini kita sepakati dan putuskan dalam rapat internal Komisi XI, dan besok akan dibawa ke rapat paripurna DPR RI untuk disahkan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Thomas Djiwandono merupakan Wakil Menteri Keuangan yang diusulkan Presiden Prabowo Subianto sebagai calon Deputi Gubernur BI. Ia diajukan untuk mengisi jabatan yang ditinggalkan Juda Agung setelah mengundurkan diri pada 13 Januari 2026. (red-Jeconiah)