MTU News
Beranda Bencana Alam Masinton: Akses Empat Desa Tapteng Dibuka Februari

Masinton: Akses Empat Desa Tapteng Dibuka Februari

Foto: TNI AD mempercepat pembangunan jalan dan jembatan ke empat desa terisolasi di Kecamatan Tukka. (Dok. Pemkab Tapanuli Tengah)

TAPANULI TENGAH || MTUNews.com – Pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada 25 November 2025, hingga kini masih terdapat empat desa yang terisolasi akibat akses jalan dan jembatan yang terputus. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah menargetkan akses menuju keempat desa tersebut dapat kembali dilalui pada Februari 2026.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, mengatakan bahwa upaya pembukaan dan perbaikan akses jalan masih terus dilakukan dengan melibatkan personel TNI Angkatan Darat. Ia menargetkan pada Februari mendatang kendaraan roda dua dan roda empat sudah dapat melintas menuju desa-desa tersebut.

“Ditargetkan pada Februari 2026 ini akses menuju empat desa sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat,” ujar Masinton saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (29/1/2026).

Masinton menjelaskan, secara teknis perbaikan infrastruktur membutuhkan waktu karena tingkat kerusakan cukup parah dan kondisi geografis wilayah yang sulit. Selain di Kecamatan Tukka, pengerjaan juga dilakukan di sejumlah desa lain, seperti Desa Parjalihotan, Kecamatan Pinangsori, yang saat ini tengah dilakukan perbaikan jembatan armco dan bailey sebagai akses penghubung.

“Personel TNI AD juga sedang mengerjakan perbaikan jembatan armco dan bailey di Desa Parjalihotan, Pinangsori, serta perbaikan akses jalan menggunakan jembatan armco di Desa Aloban Bair dan Desa Mela Dolok, Kecamatan Tapian Nauli,” katanya.

Adapun empat desa yang hingga kini masih terisolasi berada di Kecamatan Tukka, yakni Desa Sigiring-giring, Desa Sait Nihuta Kalangan II, Desa Aek Bontar, dan Desa Saur Manggita. Masinton menyebutkan, letak geografis keempat desa tersebut berada di lereng perbukitan yang terjal dan rawan longsor, bahkan sebelum bencana terjadi.

“Dalam kondisi normal pun, akses menuju desa-desa tersebut memang rawan longsor. Saat bencana terjadi, satu alat berat milik Dinas PU Tapteng bahkan masih tertimbun longsor di lokasi,” ujarnya.

Masinton menambahkan, pembukaan akses jalan dan jembatan yang terputus saat ini dikerjakan secara bertahap oleh personel TNI AD dari Korem, Kodim, dan Batalyon Teritorial Pembangunan (TP), dengan dukungan masyarakat setempat. Hingga kini, dua jembatan armco telah selesai dikerjakan, sementara proses pengikisan tebing dan pembersihan material longsor masih terus berlangsung.

Menurutnya, terdapat sedikitnya 12 titik jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang dan longsor. Personel TNI masih terus bekerja untuk membuka kembali akses serta membersihkan timbunan longsor di sejumlah titik tersebut.

Dua bulan pascabencana, keterisolasian empat desa di Kecamatan Tukka berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Aktivitas ekonomi warga yang terdiri dari sekitar 1.000 kepala keluarga masih lumpuh, sementara pasokan listrik belum sepenuhnya pulih. Jarak desa-desa tersebut ke pusat Kabupaten Tapanuli Tengah berkisar 10 hingga 20 kilometer, dengan sekitar 10 kilometer akses jalan terputus akibat longsor, jalan ambles, dan jembatan rusak di beberapa lokasi. (red-ms/hm)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan