MTU News
Beranda Ekonomi & Bisnis Prabowo Bahas ART dengan Kamar Dagang AS, USINDO dan USABC

Prabowo Bahas ART dengan Kamar Dagang AS, USINDO dan USABC

Foto: Presiden Prabowo Subianto (keenam kiri) menghadiri Business Summit bersama USCC, USINDO, USABC dan Kadin Indonesia di Gedung USCC, Washington DC, Rabu (18/2/2026) waktu setempat. (ANTARA/Hafidz Mubarak A.)

JAKARTA || MTUNews.com – Presiden Prabowo Subianto mengawali agenda resminya di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu waktu setempat, dengan menghadiri forum bisnis dan bertemu komunitas usaha Amerika, yakni US Chamber of Commerce, US-ASEAN Business Council, dan US-Indonesia Society bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri Indonesia.

Pertemuan bertajuk Business Summit in Honor of H. E. Prabowo Subianto, President of the Republic of Indonesia tersebut digelar menjelang seremoni penandatanganan perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART), yang menjadi salah satu agenda utama kunjungan kerja Presiden di ibu kota AS.

Presiden Prabowo tiba di Gedung Kamar Dagang AS sekitar pukul 16.49 waktu setempat didampingi sejumlah pejabat, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk AS Dwisuryo Indroyono Soesilo.

Dari kalangan dunia usaha, turut hadir Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, serta Chairman of the Board Freeport-McMoRan Inc Richard C. Adkerson.

Anindya Bakrie menjelaskan forum tersebut menjadi momentum bagi komunitas usaha kedua negara untuk memanfaatkan perjanjian ART yang akan diteken bersama Presiden Prabowo dan Presiden AS Donald Trump Jr.. Menurutnya, nilai perdagangan bilateral yang telah mencapai sekitar 45 miliar dolar AS berpotensi meningkat dan lebih seimbang melalui penguatan akses pasar bagi produk ekspor Indonesia seperti sepatu, tekstil, garmen, dan elektronik, sekaligus membuka peluang bagi komoditas Amerika seperti kapas, gandum, dan kedelai.

Selain perdagangan, pembahasan juga menyoroti peluang investasi yang dinilai penting untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat hilirisasi industri di Indonesia. Anindya menambahkan, seluruh organisasi usaha AS yang ditemui Presiden merupakan mitra strategis Kadin Indonesia, termasuk kerja sama yang telah ditandatangani sejak Mei 2025.

Presiden Prabowo dan Presiden Trump dijadwalkan menandatangani dokumen perjanjian perdagangan timbal balik yang mencakup ketentuan tarif dalam pertemuan bilateral di Washington DC. (red-Jeconiah)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan