Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan sebanyak 32 WNI dijadwalkan mengikuti proses evakuasi pada tahap pertama. Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan serta kondisi keamanan yang terus dipantau pemerintah.
Menurut Heni, rencana evakuasi disusun dengan mempertimbangkan sejumlah faktor strategis, termasuk kondisi keamanan, kesiapan jalur perjalanan, serta koordinasi intensif antara perwakilan RI di luar negeri. Penentuan jalur evakuasi juga akan ditetapkan berdasarkan laporan terkini dari KBRI Teheran dan KBRI Baku yang terus memantau situasi secara langsung.
Ia menjelaskan, para WNI yang berada di Teheran akan terlebih dahulu menempuh perjalanan darat menuju Baku, ibu kota Azerbaijan, sebelum melanjutkan perjalanan udara menuju Indonesia. Proses ini dipilih sebagai rute yang dinilai paling aman di tengah dinamika keamanan kawasan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, menyampaikan bahwa pemerintah negara-negara di kawasan Teluk masih menjaga stabilitas keamanan bagi seluruh penduduk, termasuk warga negara asing dan diaspora Indonesia yang berada di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga menyatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema evakuasi bagi WNI yang berada di Teheran. Setelah menempuh perjalanan darat sekitar 10 jam menuju Baku, para WNI akan diterbangkan ke Jakarta guna memastikan keselamatan mereka di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan. (red-win)