MTU News
Beranda Internasional Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memanas

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memanas

Foto: Afghanistan dan Pakistan terlibat bentrokan di sepanjang wilayah perbatasan kedua negara dalam beberapa bulan terakhir. (Foto: Abdul Khaliq Achakzai/Reuters)

KABUL || MTUNews.com – Serangan militer kembali mengguncang Afghanistan setelah Pakistan melancarkan pemboman ke sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Kabul serta beberapa provinsi perbatasan, pada malam Kamis (12/3) hingga Jumat (13/3). Otoritas keamanan Afghanistan melaporkan sedikitnya empat orang tewas dan 15 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang menghantam kawasan permukiman warga di ibu kota.

Juru bicara kepolisian Kabul, Khalil Zadran, mengatakan sejumlah rumah warga terdampak langsung oleh ledakan bom yang dijatuhkan dari udara. Informasi awal mengenai korban dan kerusakan disampaikan melalui laporan kantor berita internasional.

Sementara itu, juru bicara pemerintahan Taliban, Zabihullah Mujahid, menyebut serangan udara Pakistan tidak hanya menyasar Kabul, tetapi juga beberapa wilayah lain di Afghanistan. Target serangan dilaporkan berada di provinsi selatan Kandahar serta dua provinsi di bagian timur, yakni Paktia dan Paktika yang berbatasan langsung dengan Pakistan.

Dalam keterangan terpisah, Mujahid juga menyebut pesawat militer Pakistan menargetkan fasilitas penyimpanan bahan bakar milik maskapai swasta Afghanistan, Kam Air, yang berada di dekat Bandara Kandahar.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Pakistan dan pemerintahan Taliban dalam beberapa bulan terakhir. Pada 27 Februari lalu, pemerintah Pakistan secara terbuka menyatakan perang terhadap Afghanistan dengan menuduh Taliban memberikan perlindungan kepada kelompok militan yang melakukan serangan lintas batas.

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, saat itu menegaskan bahwa pemerintahnya tidak lagi memiliki kesabaran terhadap aktivitas kelompok bersenjata yang diduga beroperasi dari wilayah Afghanistan. Namun, pemerintah Taliban membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa wilayah Afghanistan tidak digunakan untuk melancarkan serangan terhadap negara lain.

Sejak deklarasi “perang terbuka” tersebut, sejumlah fasilitas militer Taliban dilaporkan menjadi sasaran serangan Pakistan, termasuk gudang amunisi dan instalasi militer di Kabul serta beberapa wilayah lain seperti Kandahar, Paktia, dan provinsi perbatasan lainnya.

Di sisi lain, meningkatnya konflik bersenjata juga memicu kekhawatiran internasional. Kepala HAM PBB Volker Türk sebelumnya mendesak kedua pihak untuk segera menghentikan pertempuran yang dinilai semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Afghanistan.

Menurut data United Nations, hampir 22 juta warga Afghanistan saat ini membutuhkan bantuan kemanusiaan. Konflik terbaru juga memicu gelombang pengungsian baru, dengan sekitar 66.000 orang dilaporkan meninggalkan rumah mereka akibat meningkatnya pertempuran di wilayah perbatasan kedua negara. (red-tim)

sumber: REUTERS

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan