MTU News
Beranda Bencana Alam Pengungsi Banjir Sumut Mendekati Nol, Kata Bobby

Pengungsi Banjir Sumut Mendekati Nol, Kata Bobby

Foto: Potret Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam sebuah agenda pemerintahan. Foto: BPMI Setwapres.

MEDAN || MTUNews.com – Gubernur Bobby Nasution memastikan tidak ada lagi warga terdampak banjir dan longsor yang menetap di tenda pengungsian di wilayah Sumatera Utara menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Pemerintah Provinsi Sumut menyebut sebagian besar korban bencana telah dipindahkan ke tempat tinggal yang lebih layak melalui berbagai program penanganan pascabencana.

Bobby menjelaskan bahwa para pengungsi yang sebelumnya berada di sejumlah daerah terdampak kini telah direlokasi ke hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap) yang disiapkan pemerintah. Menurutnya, berdasarkan laporan terbaru dari pemerintah daerah, jumlah warga yang masih berada di pengungsian sudah sangat minim bahkan hampir mencapai nol.

Selain relokasi ke hunian yang disiapkan pemerintah, Pemprov Sumut juga menyalurkan program Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang belum mendapatkan tempat tinggal permanen. Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk uang tunai agar masyarakat dapat menyewa rumah sementara atau tinggal bersama keluarga selama masa pemulihan pascabencana.

Menurut Bobby, program DTH memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk menentukan tempat tinggal sementara yang paling memungkinkan. Warga dapat menyewa rumah yang tersedia di sekitar wilayah mereka atau memilih tinggal bersama keluarga, sementara pemerintah tetap memberikan bantuan keuangan untuk membantu kebutuhan tempat tinggal.

Ia juga menegaskan bahwa sejumlah posko bantuan masih terlihat aktif karena digunakan sebagai pusat distribusi logistik seperti makanan dan sembako. Namun secara faktual, tidak ada lagi warga yang menetap di posko tersebut karena seluruh pengungsi telah dipindahkan ke hunian yang lebih layak.

Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara pada 25 November 2025 lalu berdampak luas terhadap masyarakat. Data penanggulangan bencana mencatat sebanyak 479.047 kepala keluarga atau sekitar 1,8 juta jiwa terdampak, dengan korban meninggal dunia mencapai 376 orang serta puluhan lainnya dilaporkan hilang. Sebelumnya ribuan warga sempat mengungsi di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Selatan, sebelum akhirnya dipindahkan melalui program relokasi dan bantuan pemerintah. (red-ms)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan