BANYUWANGI || MTUNews.com – Operasional penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, resmi ditutup total dalam rangka peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Penutupan dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan ibadah umat Hindu di Pulau Bali.
Sejumlah langkah pengamanan diterapkan di area pelabuhan, mulai dari penutupan loket hingga pembatasan akses masuk menggunakan water barrier di jalur menuju pelabuhan. Kondisi area parkir pun dipastikan steril tanpa kendaraan yang tertinggal, seiring berakhirnya penyeberangan terakhir pada pukul 17.00 WIB.
Kapolda Jawa Timur, Nanang Avianto, menyampaikan bahwa arus penyeberangan dari Ketapang ke Gilimanuk terpantau relatif lancar hingga batas waktu penutupan. Namun, untuk arus sebaliknya, kendaraan dari Gilimanuk menuju Ketapang masih terlihat mengantre dan menjadi perhatian dalam pengamanan arus balik mendatang.
Ia menjelaskan, pihak ASDP telah melakukan percepatan proses bongkar muat kapal di kedua sisi pelabuhan guna mengurai kepadatan. Meski demikian, masyarakat yang belum sempat menyeberang diimbau untuk bersabar dan menunggu di kantong parkir yang telah disediakan.
Pihak kepolisian juga mengingatkan pentingnya menghormati pelaksanaan Nyepi di Bali. Penundaan penyeberangan dinilai sebagai bagian dari toleransi antarumat beragama, sekaligus upaya menjaga ketertiban dan kelancaran selama periode perayaan berlangsung. (red-jeconiah)