Keterangan yang disampaikan Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom) menyebutkan, langkah tersebut diambil untuk memastikan standar kebersihan, keamanan pangan, serta kualitas gizi benar-benar terpenuhi sebelum dapur kembali beroperasi. Pemerintah menegaskan bahwa penangguhan ini merupakan bentuk evaluasi menyeluruh agar program dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.
Dalam sesi tanya jawab bersama jurnalis dan para pakar di kediamannya di Hambalang yang ditayangkan pada Kamis (19/3), Prabowo menyatakan dirinya melakukan pengecekan langsung dan memanggil pimpinan Badan Gizi Nasional untuk melakukan verifikasi lapangan. Ia juga menyebutkan bahwa keputusan suspend dilakukan setelah menerima berbagai masukan dan kritik terhadap pelaksanaan program MBG di sejumlah daerah.
Menurut Prabowo, kebijakan tersebut bukan berarti program dihentikan, melainkan bagian dari proses pembenahan agar seluruh dapur memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah. Dari puluhan ribu dapur yang beroperasi, tercatat sekitar 1.030 dapur telah dihentikan sementara karena tidak memenuhi kriteria kebersihan, kualitas air, serta prosedur pengolahan makanan yang aman.
Pemerintah saat ini juga mulai menerapkan sistem standarisasi dan sertifikasi ketat terhadap seluruh dapur MBG. Setiap dapur diwajibkan lulus pemeriksaan kebersihan, keamanan makanan, kualitas air, hingga kelayakan peralatan. Dapur yang tidak memenuhi persyaratan akan tetap ditutup sementara sampai melakukan perbaikan sesuai standar.
Selain itu, Prabowo menegaskan bahwa pengawasan publik akan diperkuat dengan membuka akses pelaporan bagi masyarakat, sekolah, dan orang tua siswa. Pemerintah berharap transparansi dan keterlibatan masyarakat dapat memastikan program MBG berjalan bersih, akurat, serta benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan gizi anak-anak di Indonesia. (red-sjs)