IPM sendiri merupakan indeks komposit untuk mengukur kualitas hidup manusia yang disusun dari sejumlah indikator utama, meliputi umur harapan hidup saat lahir, rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, serta pengeluaran riil per kapita per tahun yang telah disesuaikan.
Dalam rilis tersebut, sejumlah kota besar di Pulau Jawa mencatatkan capaian IPM tinggi, di antaranya Jakarta Selatan (86,94), Salatiga (85,72), Sleman (85,61), Semarang (85,25), Surakarta (84,40), Surabaya (84,14), Malang (84,06), Jakarta Timur (84,65), serta Bandung (83,52).
Sebaliknya, capaian IPM terendah di Pulau Jawa tercatat di Kabupaten Lebak dengan nilai 65,86, menunjukkan masih adanya kesenjangan kualitas pembangunan manusia antarwilayah.
Secara nasional, tren IPM Indonesia terus menunjukkan peningkatan dalam periode 2020 hingga 2025, dengan capaian 75,90 pada 2025 atau naik 0,88 poin dibandingkan 2024 yang sebesar 75,02, sehingga menempatkan Indonesia dalam kategori IPM tinggi menurut klasifikasi United Nations Development Programme (UNDP).
Adapun pada tingkat provinsi, IPM tertinggi masih ditempati oleh DKI Jakarta dengan nilai 85,05, disusul Daerah Istimewa Yogyakarta (82,48) dan Kepulauan Riau (80,53), sementara Jawa Barat mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 0,98 poin dengan IPM 75,90. (red-ms)