Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa mekanisme pengundian diterapkan untuk menjamin keadilan bagi seluruh warga terdampak. Menurutnya, setiap penerima memiliki hak yang sama sehingga proses penentuan unit rumah dilakukan secara terbuka, transparan, dan tanpa diskriminasi, dengan kualitas bangunan yang seragam.
Ia juga menyampaikan bahwa pembangunan hunian tetap merupakan bagian dari upaya terpadu pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Bupati berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal guna meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat penerima.
Saat ini, progres pembangunan huntap telah memasuki tahap akhir, dengan target sebagian besar unit sudah dapat ditempati pada awal hingga pertengahan Mei 2026. Data sementara menunjukkan 34 unit rumah telah rampung 100 persen, sementara sisanya berada pada berbagai tahapan penyelesaian, mulai dari 20 hingga 90 persen.
Bupati menambahkan, infrastruktur pendukung seperti akses jalan dan jaringan listrik di kawasan hunian juga telah disiapkan. Kawasan tersebut disepakati diberi nama Kampung Parsaoran Nauli sebagai simbol harapan baru bagi warga terdampak.
Usai pengundian, masyarakat dipersilakan meninjau rumah masing-masing sekaligus mulai menata lingkungan, termasuk melakukan penghijauan. Pemerintah daerah pun berkomitmen memberikan bantuan bibit tanaman buah serta mendorong budaya gotong royong dalam penataan kawasan.
Bupati turut mengingatkan warga agar tidak menukar hasil undian, karena seluruh penetapan akan dituangkan secara resmi melalui Surat Keputusan Bupati. Ia juga menyampaikan rencana penyerahan kunci yang akan dihadiri pejabat kementerian terkait sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat.
Di akhir kegiatan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Bunda Tzu Chi atas kontribusi dan dukungan dalam pembangunan hunian tetap, yang dinilai sangat membantu percepatan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana di Tapanuli Utara. (red-tim)