Pdt. Viktor Tinambunan Klarifikasi Pertemuan dengan Jusuf Kalla
TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Dengan beredarnya berbagai tanggapan di media, termasuk komentar bernada negatif hingga perundungan terkait pertemuan kami dengan Jusuf Kalla, izinkan saya menyampaikan beberapa hal sekaligus mengajak kita semua untuk merenungkannya bersama.
Pertama, pertemuan tersebut diinisiasi oleh berbagai elemen anak bangsa dengan niat tulus untuk merawat harmoni dan memperkuat kerukunan antarumat beragama. Dalam situasi apa pun, persatuan dan saling pengertian harus tetap menjadi fondasi utama kehidupan berbangsa. Kehadiran kami dalam pertemuan itu bertujuan memanfaatkan momentum guna membuka ruang dialog yang lebih luas demi peningkatan kerukunan. Kami juga memohon kesediaan Bapak Jusuf Kalla, sebagai tokoh yang berpengalaman dalam rekonsiliasi konflik bernuansa agama di Poso dan Ambon, untuk berperan aktif membantu penyelesaian berbagai persoalan intoleransi di Indonesia, seperti pelarangan beribadah maupun penutupan tempat ibadah.
Kedua, saya memahami bahwa potongan informasi yang beredar, termasuk terkait video ceramah Jusuf Kalla, dapat menimbulkan beragam persepsi. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk melihat persoalan secara utuh dan jernih sebelum menarik kesimpulan. Pertemuan tersebut justru merupakan bagian dari upaya memahami konteks secara menyeluruh sekaligus meredakan eskalasi kegaduhan yang berkembang di tengah masyarakat.

Ketiga, berbagai tudingan—terutama yang bersifat personal dan tidak berdasar—tidak hanya melukai individu, tetapi juga merusak ruang dialog yang sehat. Mari kita menjaga diri agar tidak menambah luka melalui prasangka, apalagi dengan menuduhkan adanya kepentingan pribadi atau motif tertentu. Saya menegaskan tidak pernah menerima uang, baik secara langsung maupun tidak langsung, dari Jusuf Kalla.
Keempat, saya menghormati setiap perbedaan pandangan, termasuk langkah-langkah yang ditempuh melalui jalur hukum. Namun demikian, perbedaan tersebut hendaknya tidak berkembang menjadi permusuhan ataupun serangan pribadi yang justru memperkeruh suasana.
Kelima, saya mengajak kita semua untuk menolak segala bentuk perundungan, ujaran kebencian, serta penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Kebebasan berpendapat harus selalu disertai tanggung jawab moral untuk menjaga martabat dan kehormatan sesama.

Akhirnya, marilah kita mengedepankan sikap bijaksana, santun, dan saling menghargai sebagai cerminan karakter iman. Perbedaan adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan bersama, namun cara kita menyikapinya akan menentukan kualitas iman dan keluhuran kemanusiaan kita.

Dalam kasih yang tulus, saya juga mendoakan semua pihak—baik yang berbeda pandangan maupun yang menyampaikan kritik dengan keras. Saya percaya, setiap perbedaan dapat kita kelola menjadi jalan menuju kebaikan yang lebih luhur dan mulia.
Tuhan Yesus memberkati kita semua.
sumber: FB Viktor Tinambunan











