Di tengah hamparan lahan pertanian, Vandiko membaur dengan Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo dan Kelompok Tani Lamtama. Ia tidak hanya ikut menanam, tetapi juga berdialog dan memberi semangat kepada petani, sebagai bentuk bahwa program pemerintah harus hadir nyata hingga ke lapangan.
Sebanyak 16 ton bibit bawang putih ditanam di lahan seluas 20 hektare. Program ini menjadi langkah strategis untuk menjadikan Samosir sebagai salah satu sentra bawang putih di Sumatera Utara, bahkan nasional, sekaligus menjawab kepercayaan pemerintah pusat terhadap potensi daerah.
Vandiko menyampaikan, peluang tersebut terbuka setelah komunikasi dengan Kementerian Pertanian yang menilai Samosir memiliki potensi besar. Dukungan pusat pun langsung direalisasikan melalui bantuan bibit, alat mesin pertanian seperti traktor, serta pendampingan dari penyuluh dan peneliti BRIN.
Pemkab Samosir juga menyiapkan langkah keberlanjutan melalui pengembangan irigasi dan perluasan lahan tanam ke wilayah lain, dengan tetap menjaga kearifan lokal. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Tumiur, menargetkan produksi mencapai 20 ton per hektare dengan pendampingan intensif bagi petani.
Perwakilan Kementerian Pertanian, Risda Sinaga, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan bawang putih di Samosir. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Samosir sebagai salah satu lumbung bawang putih di Sumatera Utara. (red-ms)