Pelaksanaan upacara tahun ini berlangsung berbeda dan sarat makna, dengan seluruh peserta mengenakan ulos sebagai simbol penghormatan terhadap budaya Batak. Nuansa adat semakin kental dengan penggunaan sor tali dan sortopi oleh para pimpinan OPD, mencerminkan sinergi antara semangat pendidikan dan pelestarian kearifan lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, yang menegaskan bahwa Hardiknas merupakan momentum refleksi untuk menghidupkan kembali semangat pendidikan nasional. Pendidikan disebut sebagai proses memanusiakan manusia yang menumbuhkan potensi, membangun karakter, serta memuliakan martabat, sejalan dengan ajaran Ki Hajar Dewantara melalui prinsip asah, asih, dan asuh.
Pemerintah pusat juga terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai kebijakan strategis, seperti penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, serta penguatan literasi, numerasi, dan akses pendidikan yang inklusif.
Wakil Bupati Samosir menegaskan komitmen daerah dalam mendukung kebijakan tersebut, termasuk melalui alokasi anggaran pendidikan seperti pemberian beasiswa dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi bagi siswa berprestasi dan kurang mampu. Melalui momentum Hardiknas, Pemkab Samosir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi demi mewujudkan pendidikan berkualitas yang berakar pada budaya lokal dan mampu mencetak generasi unggul. (red-win)