Kunjungan dilakukan untuk meninjau kesiapan lahan, sistem irigasi, serta infrastruktur pendukung yang akan digunakan dalam pengembangan budidaya bawang putih di Kabupaten Samosir. Sejumlah titik sumber air turut ditinjau sebagai bagian dari persiapan pembangunan sistem pengairan untuk mendukung produktivitas pertanian.
Dalam pengembangan tersebut, pemerintah juga akan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) guna melakukan kajian teknis terkait kesesuaian lahan dan teknologi pertanian. Selain itu, dukungan dari PLN disiapkan untuk penyediaan listrik bagi pompa air, sementara pembangunan jembatan di kawasan KPT juga masuk dalam rencana pengembangan infrastruktur penunjang.
Berdasarkan kondisi geografis dan kesuburan tanahnya, Kabupaten Samosir dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan unggulan penghasil bawang putih. Secara bertahap, pemerintah menargetkan penanaman bawang putih di lahan seluas 320 hektare.
Saat ini, sekitar 20 hektare lahan di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo, telah ditanami bersama kelompok tani. Sedangkan 300 hektare lainnya direncanakan dikembangkan di kawasan KPT Hariara Pintu.
Asisten Deputi Kemenko Pangan RI, M. Saleh, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah pusat dalam mewujudkan Samosir sebagai sentra bawang putih nasional.
“Sebagai tindak lanjut, target kami pada akhir Mei sudah dilakukan penanaman seluas lima hektare. Program ini harus berjalan konkret,” ujar Saleh.
Ia menambahkan, keberhasilan program sangat bergantung pada kesiapan petani dan kelompok tani melalui pendampingan intensif serta penyuluhan berkelanjutan. Pemerintah menargetkan produktivitas bawang putih di Samosir mampu mencapai 20 ton per hektare.
“Kajian titik sumber air sudah dilakukan bersama BBWS dan didukung PLN serta sektor lainnya. Saya optimistis Samosir sangat siap karena lahannya relatif rata dan subur,” katanya.
Sementara itu, Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan Pemkab Samosir siap melengkapi seluruh kebutuhan pendukung agar program pengembangan bawang putih berjalan maksimal. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan membangun kemandirian ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
“Kami siap dan berharap terus mendapat pendampingan untuk mewujudkan swasembada bawang putih. Ini juga menjadi komitmen kami mendukung Asta Cita Presiden RI melalui penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Vandiko.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan BBWS Sumatera II Marwansyah, perwakilan BRIN Budi Kartina, perwakilan Kementerian Pertanian RI Risda Sinaga, Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kepala Bapperida Rajoki Simarmata, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, Kepala BPKAD Melva Siboro, Plt Kadis PU Rudimanto Limbong, serta Camat Harian Hartopo Manik. (red-ms)