Pompa air tenaga surya itu merupakan bantuan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Bappenas dan Kedutaan Besar Inggris. Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung modernisasi sektor pertanian di Kabupaten Samosir.
Dalam peninjauan itu, Vandiko menyampaikan bahwa pembangunan PATS menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan pembangunan meski di tengah keterbatasan anggaran.
“Pompa air ini merupakan hasil usulan kami kepada Kedutaan Besar Inggris dan telah disetujui. Saat ini progres pembangunan sedang berjalan,” ujar Vandiko.
Berdasarkan hasil peninjauan, pompa air tenaga surya tersebut memiliki kapasitas produksi air mencapai 230 meter kubik per jam. Nantinya, operasional fasilitas itu akan ditangani oleh dua operator yang telah mendapatkan pelatihan khusus.
Selain hemat energi karena memanfaatkan tenaga surya, perawatan pompa air juga dinilai relatif mudah karena hanya membutuhkan pembersihan saluran dan pemeriksaan rutin terhadap peralatan.
Bupati Samosir menargetkan proyek tersebut dapat diresmikan bersama pihak Kedutaan Besar Inggris pada Juni 2026 agar segera dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung pengairan sawah.
Vandiko menjelaskan, hingga saat ini Kabupaten Samosir telah memiliki lima unit Pompa Air Tenaga Surya. Pada tahun 2026, Pemkab Samosir kembali menambah empat unit baru yang bersumber dari APBD, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta dukungan Kedutaan Besar Inggris.
“Kami akan terus berupaya membangun demi kesejahteraan masyarakat. Efisiensi anggaran tidak menjadi penghalang. Dengan kreativitas dan sinergi, kami akan terus mencari sumber pendanaan untuk program pembangunan di Samosir,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga aktif mengajukan proposal bantuan kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun mitra internasional guna mendukung pengembangan sektor pertanian dan pembangunan daerah lainnya.
Pembangunan PATS tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pemerintah desa setempat. Kepala Desa Sibonor Oppuratus, Binsar Marbun, mengatakan warga sangat menantikan kehadiran fasilitas tersebut karena selama musim kemarau banyak petani kesulitan mendapatkan air untuk sawah mereka.
“Mayoritas masyarakat di desa ini adalah petani. Kehadiran pompa ini sangat membantu dan kami berterima kasih kepada Pak Bupati yang telah membawa bantuan ini ke desa kami,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan salah seorang petani, Op. Alvaro Manik, yang mengaku lega dengan pembangunan pompa air tenaga surya tersebut.
“Selama ini kami selalu khawatir saat musim kemarau karena kekurangan air. Sekarang kami merasa lebih tenang dan optimistis,” katanya.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, Kabid Perekonomian Bapperida Rikardo Simbolon, serta Camat Nainggolan Junita Sinaga. (red-win)