MTU News
Beranda Social Media Heboh Paspor Berserakan di BSD, Polisi Ungkap Faktanya

Heboh Paspor Berserakan di BSD, Polisi Ungkap Faktanya

Foto: Warga dihebohkan dengan temuan sejumlah paspor yang berserakan di kawasan Jalan Letjen Sutopo, Bumi Serpong Damai (BSD), Kota Tangerang Selatan.

TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Kepolisian memastikan paspor yang sempat ditemukan berserakan di kawasan Jalan Letjen Sutopo, Bumi Serpong Damai (BSD), Kota Tangerang Selatan, bukan milik jemaah haji maupun umrah. Kepastian tersebut disampaikan setelah petugas melakukan pengecekan langsung ke lokasi menyusul viralnya video yang beredar di media sosial.

Kapolsek Serpong Kompol Suhardono mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa benda yang ditemukan di lokasi sebagian besar hanya berupa sampul paspor. Sementara itu, satu paspor yang berhasil diamankan diketahui telah kedaluwarsa dan tidak berkaitan dengan keberangkatan jemaah haji maupun umrah.

Menurut Suhardono, petugas telah mendatangi lokasi untuk memastikan informasi yang beredar di masyarakat. Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan tumpukan paspor aktif sebagaimana yang terlihat dalam video viral. Polisi juga menegaskan tidak ada indikasi dokumen tersebut berasal dari jemaah yang sedang menjalankan ibadah ke Tanah Suci.

Sebelumnya, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non-TPI Tangerang melalui bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) juga telah melakukan penelusuran di lokasi pada Minggu (7/6) malam. Saat petugas tiba, paspor-paspor yang disebut dalam unggahan media sosial sudah tidak ditemukan. Petugas hanya menemukan dua sampul paspor yang terpisah dari halaman biodata serta beberapa lembar dokumen bukti setoran haji.

Meski demikian, Imigrasi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap asal-usul dokumen tersebut. Nomor paspor yang ditemukan telah ditelusuri melalui sistem keimigrasian guna mengetahui identitas pemilik maupun pihak yang terkait. Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan bagaimana dokumen-dokumen tersebut dapat berada di lokasi dan kemudian menjadi perhatian publik. (red-sjs)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan