MTU News
Beranda Info KSP Tegaskan Kritik Merupakan Napas Demokrasi, Bukan Provokasi

KSP Tegaskan Kritik Merupakan Napas Demokrasi, Bukan Provokasi

Foto: Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menyampaikan ajakan untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan menuju Indonesia Emas 2045 di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026). (KSP)

JAKARTA || MTUNews.com – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi dan tidak boleh disamakan dengan tindakan provokasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

“Pemerintah selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, termasuk kritik. Sebab, kritik adalah napas demokrasi yang harus bersifat membangun, bukan meruntuhkan,” ujar Dudung dalam keterangan persnya, Kamis (11/6/2026).

Menurut Dudung, kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang harus dihormati. Namun, ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara bertanggung jawab dan tidak mengarah pada penyebaran fitnah, adu domba, maupun informasi yang dapat mengganggu persatuan nasional.

“Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa,” tegasnya.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk belajar dari perjalanan panjang sejarah bangsa. Ia mengingatkan bahwa Indonesia dibangun melalui perjuangan, pengorbanan, serta semangat persatuan yang telah diuji oleh berbagai konflik dan pemberontakan, mulai dari PKI Madiun, DI/TII, RMS, G30S/PKI, hingga sejumlah konflik sosial di berbagai daerah.

Meski menghadapi berbagai tantangan, Dudung menilai Indonesia mampu bertahan karena berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan, terutama semangat Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi fondasi persatuan di tengah keberagaman.

Menurutnya, berbagai peristiwa sejarah tersebut harus menjadi bahan refleksi dan introspeksi bersama agar bangsa Indonesia semakin kuat dalam mewujudkan cita-cita menuju negara yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.

Dudung juga menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus bekerja membangun Indonesia yang lebih kuat dan sejahtera. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat semangat kebangsaan demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Mari kita sebagai bangsa Indonesia terus merapatkan barisan, menjaga persatuan, dan bersama-sama melangkah menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (red-win)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan