Bappenas Dorong Polri Andalkan AI Ungkap Kejahatan
JAKARTA || MTUNews.com – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mendorong Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) guna memperkuat pengumpulan, pengolahan, dan analisis data dalam mengungkap berbagai tindak kejahatan.
Menurut Rachmat, kemampuan AI dalam mengolah data secara cepat dan presisi dapat membantu aparat penegak hukum mengungkap kasus-kasus kriminal yang telah lama belum terpecahkan. Ia mencontohkan sejumlah negara yang berhasil membongkar kejahatan yang terjadi puluhan tahun lalu berkat dukungan teknologi, penguatan basis data, serta analisis berbasis AI.
“Melalui pengumpulan data yang lebih baik dan dukungan kecerdasan buatan, kasus kejahatan yang terjadi 20 tahun lalu pun dapat diungkap secara tepat dan presisi,” ujar Rachmat usai menjadi narasumber dalam Seminar Sekolah Lemdiklat Polri di Bandung Barat, Jumat.

Rachmat menilai pemanfaatan AI tidak hanya penting untuk mendukung proses penyelidikan dan penyidikan, tetapi juga berpotensi memperkuat sistem pendidikan, pelatihan, dan penelitian di lingkungan Polri. Namun, ia mengingatkan bahwa penggunaan teknologi tersebut harus dilakukan secara bertanggung jawab karena AI juga berisiko disalahgunakan untuk kepentingan yang melanggar hukum.
Karena itu, Polri dinilai perlu berada di garda terdepan dalam memahami perkembangan teknologi digital agar mampu mendeteksi, mencegah, dan menindak berbagai bentuk kejahatan baru yang memanfaatkan teknologi canggih.
“Polisi harus menjadi pelopor dan ujung tombak dalam pemanfaatan AI di Indonesia, sekaligus memahami risiko penyalahgunaannya,” katanya.
Lebih lanjut, Rachmat mengatakan perkembangan internet dan teknologi digital juga dapat membantu Polri membangun kedekatan dengan masyarakat. Dengan lebih dari 230 juta penduduk Indonesia telah terhubung ke internet, interaksi sosial kini semakin banyak berlangsung di ruang digital.

Menurutnya, pemahaman terhadap perilaku masyarakat, baik di dunia maya maupun lingkungan sosial secara langsung, menjadi kunci bagi Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga keamanan, serta memperkuat kepercayaan publik.
“Jika polisi memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat hingga ke tingkat paling bawah, maka kedekatan dengan masyarakat akan semakin kuat,” ujar Rachmat. (red-win)








