MTU News
Beranda Bencana Alam Pilu! Bocah 8 Tahun Tinggalkan Jenazah Ibunya di Tengah Laut

Pilu! Bocah 8 Tahun Tinggalkan Jenazah Ibunya di Tengah Laut

Foto: Diska Yani (7) selamat setelah bertahan hidup selama empat hari di tengah laut usai KM Nurul Salsa tenggelam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Minggu (19/7/2026). (KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.)

KEPULAUAN SELAYAR || MTUNews.com –  Diska Yanti (8) harus menghadapi kenyataan paling pahit dalam hidupnya. Bocah itu menyaksikan sang ibu mengembuskan napas terakhir saat berjuang bertahan hidup setelah Kapal Layar Motor (KLM) Nurul Salsa tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Selama berhari-hari, Diska bertahan hidup di tengah ganasnya Laut Flores dengan berpegangan pada pelampung gabus bersama sejumlah penyintas lainnya. Namun, ibunya tak mampu lagi melawan dingin, ombak, dan kelelahan hingga akhirnya meninggal dunia sebelum bantuan datang.

Dengan tubuh yang semakin lemah, Diska terpaksa berpisah dengan jenazah sang ibu demi bertahan hidup. Setelah empat hari terombang-ambing di lautan, ia bersama empat penyintas lainnya akhirnya ditemukan oleh kapal nelayan asal Bulukumba dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Peristiwa nahas itu bermula ketika KLM Nurul Salsa tenggelam saat berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Rauf Rahman di Benteng, ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Rabu (15/7/2026).

Saat kapal mulai tenggelam, Diska berada dalam pelukan ibunya. Bersama sang ayah, mereka berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada pelampung gabus. Namun, saat malam tiba dan ombak semakin ganas, ayah Diska terpisah dari istri dan anaknya setelah pegangan mereka terlepas.

Diska dan ibunya terus bertahan di atas pelampung bersama penyintas lainnya hingga hari ketiga. Sayangnya, kondisi sang ibu terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia akibat kehabisan tenaga.

“Nyawanya tidak bisa diselamatkan. Sudah tidak mampu bertahan mengapung,” ujar paman Diska, Andi Samad, yang juga menjadi penyintas dan berada di pelampung yang sama.

Dalam situasi yang memilukan itu, Diska terpaksa meninggalkan jenazah ibunya di tengah laut agar ia dan penyintas lainnya tetap memiliki kesempatan untuk selamat.

Harapan akhirnya datang pada hari keempat. Sebuah kapal nelayan asal Bulukumba melihat pantulan cahaya dari cermin kecil yang digunakan para penyintas sebagai isyarat meminta pertolongan. Mereka kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD KH Hayyung Selayar untuk menjalani perawatan karena mengalami kondisi fisik yang sangat lemah.

Sementara itu, Basarnas bersama tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap 18 penumpang yang hingga kini belum ditemukan. Operasi pencarian melibatkan kapal perang TNI AL, pesawat patroli maritim, helikopter, serta armada Basarnas yang menyisir perairan Selayar hingga Laut Flores.

Berdasarkan data Basarnas, KLM Nurul Salsa mengangkut 78 orang. Hingga saat ini, 59 penumpang berhasil diselamatkan, satu orang meninggal dunia, dan 18 lainnya masih dinyatakan hilang. (red-sjs)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan