MTU News
Beranda ASN Banyak PNS Menderita Usai Pensiun, Ini Penyebabnya

Banyak PNS Menderita Usai Pensiun, Ini Penyebabnya

Foto: Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Zudan Arif Fakrulloh.

JAKARTA || MTUNews.com – Persoalan skema penggajian Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), hingga kini belum menemukan solusi yang tuntas. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada kesejahteraan para ASN saat memasuki masa pensiun, karena penghasilan yang diterima turun drastis dibandingkan ketika masih aktif bekerja.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, mengungkapkan bahwa struktur penghasilan ASN yang saat ini masih didominasi gaji pokok dengan berbagai tunjangan menjadi salah satu penyebab utama penurunan pendapatan setelah pensiun. Sebab, sebagian besar tunjangan tidak lagi diterima ketika seorang ASN memasuki masa purnatugas.

“Jadi kalau sekarang itu kan gaji pokok banyak tunjangan, sehingga ketika pensiun turun drastis. Akibatnya banyak ASN kita yang lebih menderita dan bahkan berharap tidak cepat pensiun. Mereka ingin tetap berada di jabatan fungsional,” ujar Zudan dalam rapat kerja bersama Komite I DPD RI di Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Menurut Zudan, kondisi tersebut menjadi tantangan yang perlu segera dibenahi melalui reformasi sistem penggajian ASN agar kesejahteraan pegawai tetap terjaga, baik saat masih aktif bekerja maupun setelah memasuki masa pensiun. Ia menilai skema penghasilan yang lebih proporsional akan memberikan kepastian ekonomi bagi para ASN sekaligus meningkatkan rasa aman menjelang masa purnabakti.

Pernyataan tersebut kembali memunculkan perhatian terhadap pentingnya pembenahan sistem remunerasi ASN yang selama ini menjadi pembahasan pemerintah, mengingat kesejahteraan para pensiunan merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas sumber daya aparatur negara. (red-ms)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan