MTU News
Beranda Presiden Prabowo Sindir Upaya Pisahkan Dirinya dari Jokowi

Prabowo Sindir Upaya Pisahkan Dirinya dari Jokowi

Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), pada Minggu malam, 3 November 2024. (Foto: Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

JAKARTA || MTUNews.com – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti adanya pihak-pihak yang berupaya merusak hubungannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menanggapi hal tersebut, Prabowo justru menertawakan upaya tersebut dan meminta masyarakat tidak terprovokasi oleh narasi yang ingin memisahkan dirinya dari Jokowi.

“Ada yang sekarang mau misah-misahkan saya sama Pak Jokowi. Lucu juga, buat bahan ketawa boleh, tapi jangan kita ikut-ikut. Kita harus tetap bersatu,” ujar Presiden Prabowo dalam tayangan langsung akun YouTube Sekretariat Presiden yang disaksikan di Jakarta, Senin (10/2/2025).

Prabowo menegaskan bahwa hubungannya dengan Jokowi tetap harmonis dan penuh rasa hormat. Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo secara terbuka mengakui bahwa ia banyak belajar dari Jokowi dalam perjalanan politiknya.

“Saya belajar banyak dari Pak Jokowi. Tidak perlu malu mengakui itu. Kadang-kadang ada orang yang sudah tidak berkuasa lalu mau dijelek-jelekkan. Jangan seperti itu. Kita harus tetap menghormati semua pemimpin yang telah berjuang untuk bangsa ini,” kata Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menyebut bahwa upaya memecah belah dirinya dan Jokowi adalah strategi pihak tertentu yang tidak menginginkan persatuan bangsa. Menurutnya, praktik seperti itu merupakan bagian dari politik pecah belah atau divide et impera yang sejak lama digunakan untuk memperlemah Indonesia.

“Pecah belah itu taktik lama yang sudah digunakan ratusan tahun oleh mereka yang tidak suka dengan Indonesia. Divide et impera itu strategi untuk memecah belah umat dan bangsa kita. Tidak perlu kita hiraukan,” tegasnya.

Sebagai Presiden, Prabowo menekankan pentingnya menjaga persatuan dan solidaritas nasional. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh upaya adu domba dan tetap fokus pada membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. (red-win)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan