MTU News
Beranda Bencana Alam 1.000 KK di Tangsel Terdampak Banjir

1.000 KK di Tangsel Terdampak Banjir

Sejumlah permukiman warga di Kota Tangerang Selatan terendam banjir. ANTARA/HO-BPBD Tangsel

TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, melaporkan bahwa sebanyak 1.000 kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut.

Komandan Pleton (Danton) Satgas BPBD Tangsel, Dian Wiryawan, mengungkapkan bahwa banjir merendam 11 titik di Tangsel. Hingga Selasa (xx/xx), air mulai surut di sebagian besar wilayah, namun masih ada empat lokasi yang masih tergenang.

“Alhamdulillah, dari 11 titik, tinggal 4 yang belum surut, yaitu di Jalan Ceger Taman Mangu, Kavling Bulak Pondok Kacang Timur, Komplek Maharta, dan Puri Bintaro Indah Jombang. Kondisi terparah terjadi di Perumahan Maharta,” ujarnya.

Di Perumahan Maharta, ratusan kepala keluarga terdampak, dengan sekitar 700 rumah tergenang banjir. Sebagian warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk menghindari genangan air yang terus bertahan.

“Banjir ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur sejak Senin malam serta meluapnya Kali Serua,” jelas Dian.

Pasar Ceger Tutup, Pedagang Alami Kerugian

Selain merendam permukiman, banjir juga menyebabkan operasional Pasar Ceger di Tangsel terhenti sementara. Ketinggian air di area pasar mencapai 30–40 cm, merendam lapak pedagang dan menyebabkan kerugian materiil.

“Hujan turun sejak pukul 22.00 WIB tanpa henti. Sekitar pukul 01.00 WIB, air mulai masuk ke pasar. Banyak dagangan seperti baju dan jilbab yang basah. Sekarang saya coba selamatkan yang masih bisa dibersihkan,” ujar Nia, seorang pedagang di Pasar Ceger.

Menurut Nia, ini adalah pertama kalinya air masuk ke dalam area pasar sejak ia berjualan di sana pada 2012. “Biasanya hanya di jalan, tapi kali ini masuk ke dalam toko,” tambahnya.

Akibat banjir ini, pengelola pasar memutuskan untuk menutup operasional sementara waktu. “Info dari pengelola, pasar ditutup sementara. Toko saya kemungkinan tutup selama tiga hari,” kata Nia.

Meski mengalami kerugian, sebagian pedagang masih bisa menyelamatkan barang dagangan mereka. “Untungnya tidak banyak lumpur, jadi barang-barang masih bisa dikeringkan dan dijual kembali,” pungkasnya. (red-win)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan