Kapolsek Kota Kisaran, Ipda Ali Al Asghor, menyebutkan bahwa hasil analisis awal menunjukkan adanya tanda-tanda pertengkaran sebelum kejadian. Hal ini diperkuat dengan temuan koper berisi pakaian milik Poppy yang diduga akan digunakan untuk pergi dari rumah.
“Dari hasil pemeriksaan di TKP, ditemukan koper yang dominan berisi pakaian perempuan. Ini masih analisis awal, tapi ada kemungkinan korban hendak pergi sebelum terjadi cekcok dengan suaminya,” ujar Ali kepada detikSumut, Selasa (25/3/2025).
Motif Masih Didalami, Polisi Periksa Saksi dan Barang Bukti
Pihak kepolisian masih mendalami motif pasti di balik kejadian tersebut. Sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga, telah dimintai keterangan untuk mengungkap latar belakang insiden ini.
“Kami masih mendalami kasus ini dengan mengumpulkan bukti dari saksi serta mengecek isi percakapan di ponsel kedua korban. Kami telah membuat Laporan Polisi Tipe A untuk menindaklanjuti kasus ini,” tambah Ali.
Meskipun keluarga menolak autopsi, polisi tetap melakukan visum et repertum (VER) guna memastikan penyebab kematian korban. “Kami menyarankan autopsi untuk memperjelas penyebab kematian, tetapi keluarga ingin pemakaman dilakukan segera. Namun, kami tetap melakukan pemeriksaan awal sebagai bagian dari prosedur penyelidikan,” jelasnya.
Kronologi Kejadian: Dugaan Pembunuhan dan Bunuh Diri
Jasad Riswandi dan Poppy pertama kali ditemukan pada Sabtu (22/3/2025) sekitar pukul 14.30 WIB setelah warga mencium bau menyengat dari rumah korban. Saat ditemukan, kondisi keduanya sudah membusuk.
Menurut hasil pemeriksaan forensik, Poppy mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya, yaitu dada kanan, dada kiri, dan perut. Sementara itu, Riswandi ditemukan dengan luka sayatan di pergelangan tangan kanan dan kiri serta luka sayat di leher.
Berdasarkan penyelidikan awal, polisi menduga bahwa Riswandi terlebih dahulu menusuk istrinya hingga tewas, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.
“Tidak ditemukan tanda-tanda keterlibatan pihak ketiga. Dugaan kuat, suami membunuh istrinya lebih dulu, lalu mengakhiri hidupnya sendiri dengan pisau yang sama,” ujar Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Ghulam Yanuar.
Hingga saat ini, polisi masih terus mengusut latar belakang konflik rumah tangga yang diduga menjadi pemicu peristiwa tragis tersebut. (red-ms)