MTU News
Beranda Daerah Prostitusi Marak di IKN, Saraswati Angkat Bicara

Prostitusi Marak di IKN, Saraswati Angkat Bicara

Foto: Rahayu Saraswati, Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej, dan Ketua LPSK Achmadi menyampaikan pernyataan bersama seusai menghadiri Diskusi Publik dalam rangka Hari Anti TPPO di Kantor LPSK, Jakarta, Kamis (31/7/2025).

JAKARTA || MTUNews.com –Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyoroti maraknya praktik prostitusi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dalam acara Diskusi Publik Hari Anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kantor LPSK, Jakarta, Kamis (31/7/2025), Rahayu mengungkapkan bahwa dirinya menerima banyak laporan soal keberadaan rumah bordil di IKN yang disebut-sebut melayani para pekerja proyek dan aparatur sipil negara (ASN).

“Kemarin saya sampaikan langsung kepada Kabareskrim, IKN sudah terkenal dengan rumah bordilnya. Mereka melayani para tukang dan ASN yang kesepian,” kata Rahayu, yang juga Ketua Umum Jaringan Nasional Anti Perdagangan Orang (Jarnas).

Ia menjelaskan bahwa banyak perempuan yang terlibat dalam praktik prostitusi tersebut karena keterpaksaan ekonomi. Mereka menjadi pekerja seks demi menghidupi keluarga, lantaran tidak tersedia lapangan kerja yang layak di sekitar proyek IKN.
“Kalau ada pekerjaan yang layak, apakah mereka mau kerja seperti itu? Mereka pasti malu mengakuinya kepada keluarga,” ujarnya.

Rahayu menambahkan bahwa fenomena serupa juga terjadi di wilayah proyek tambang di Papua. Ia menyoroti bahwa para pekerja seks komersial sering kali tidak bisa keluar dari jerat prostitusi karena terikat utang dan mengalami penyekapan.
“Dulu saja, kalau mau keluar harus bayar Rp10 juta. Padahal penghasilan mereka hanya cukup untuk bertahan hidup,” ungkapnya.

Pernyataan Rahayu mendapat tanggapan dari Menko PMK Muhaimin Iskandar. Saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (7/7/2025), Cak Imin terkejut dan menilai kondisi tersebut sebagai hal serius.
“Waduh, gawat, gawat, gawat. Kok bisa gawat gitu?” kata Ketua Umum PKB itu. Ia pun menyatakan akan segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
“Wah ini harus dicek. Iya dong, harus dicek langsung,” ujarnya. (red-MS)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan