Didikan Sederhana Berbuah Adhi Makayasa
TANGERANG SELATAN || MTUNews.com – Rasa bangga dan haru tak terbendung dari hati Irjen. Pol. Dr. Barito Mulyo Ratmono, S.I.K., S.H., M.Si. saat melihat putra bungsunya, Ipda. Fathan Putra Rifito, meraih penghargaan Adhi Makayasa Angkatan ke-57 Batalyon Adhi Wiratama Akademi Kepolisian (Akpol). Bersama sang istri, Hening Fitricia, Barito mengaku tak kuasa menahan air mata bahagia ketika nama anaknya diumumkan sebagai lulusan terbaik.

Barito bercerita, perjalanan Fathan menuju puncak prestasi itu tidaklah mudah. Sejak kecil, Fathan terbiasa berpindah sekolah mengikuti penugasan sang ayah, dari Singkawang, Kalimantan Barat, hingga Konawe, Sulawesi Tenggara. Demi memastikan pendidikan anak tetap optimal, Barito menyeimbangkan antara pendidikan formal dan pembentukan karakter di rumah. Nilai yang selalu ia tanamkan sederhana: keluarga adalah prioritas utama dan harus bekerja sama layaknya satu tim.
Hidup sederhana menjadi prinsip yang diwariskan kepada anak-anaknya. Barito mengajarkan bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi. Ia masih ingat saat Fathan kecil hanya meminta izin memegang mainan tanpa merengek untuk dibelikan, sebuah sikap yang membuat hatinya terenyuh. Hari-hari keluarga pun diisi dengan kebersamaan, seperti bersepeda atau berjalan kaki sambil berbincang ringan, menumbuhkan kekompakan yang erat.

Cita-cita menjadi polisi sudah bulat di hati Fathan sejak remaja. Usai lulus SMA Taruna Nusantara, ia mantap memilih Akpol meski sang ayah sempat mengarahkan ke perguruan tinggi umum. Barito lalu berpesan bahwa masuk Akpol membutuhkan persiapan matang, kerja keras, dan jiwa petarung. Demi mewujudkan mimpi itu, Fathan dikirim ke Semarang untuk fokus menghadapi seleksi.
Setelah diterima, Fathan menargetkan penghargaan Adhi Makayasa. Sang ayah mengingatkan bahwa gelar itu hanya diraih oleh mereka yang unggul dalam lima aspek: pengetahuan, keterampilan, kesehatan, perilaku, dan karakter. Ditambah tiga kunci utama—kemauan, kemampuan, dan jiwa petarung—Fathan membuktikan tekadnya hingga berhasil meraih predikat tertinggi bagi taruna Akpol.
Barito percaya bahwa selain usaha pribadi, keberhasilan Fathan juga lahir dari dukungan penuh keluarga. Ia selalu menanamkan empat nilai hidup: menjaga ibadah, berjuang meraih yang terbaik, selalu mencoba menjadi yang terbaik, dan menolong orang lain dalam bentuk apa pun.
Kepada anaknya, Barito berpesan agar menjadi polisi yang baik, menolong masyarakat, dan tidak melupakan jati diri. “Yang paling penting, tetaplah menjadi polisi yang taat beribadah,” tegasnya. Sang ibu, Hening, menambahkan harapan agar Fathan menjadi agen perubahan di institusi kepolisian, menegakkan hukum dengan integritas, di pangkat dan jabatan apa pun.

Penghargaan Adhi Makayasa bagi Ipda Fathan bukan hanya simbol prestasi akademik, melainkan bukti bahwa didikan sederhana, nilai moral yang kuat, dan dukungan keluarga adalah pondasi kokoh bagi lahirnya penegak hukum berintegritas. (red-malwin)










