Gejala keracunan mulai dirasakan beberapa jam setelah makanan tersebut dikonsumsi. Salah satu warga berinisial HMS mengungkapkan, ia membeli mie tek-tek sekitar pukul 09.00 WIB untuk kedua anaknya. Namun sekitar pukul 11.00 WIB, kedua anaknya tiba-tiba mengalami muntah-muntah, pusing, wajah pucat, serta tubuh terasa lemas.
Keluhan serupa juga dialami warga lain berinisial AHR. Ia mengaku merasakan mual dan sakit perut sekitar dua jam setelah menyantap mie tek-tek yang dibeli dari warung yang sama.
Menanggapi kejadian tersebut, Kepolisian Resor Sibolga melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan serta penyelidikan awal terkait dugaan keracunan makanan tersebut.
KBO Satreskrim Polres Sibolga, IPDA Erwin Siahaan, SE, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan masyarakat dan langsung melakukan langkah cepat dengan mendatangi lokasi kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari sejumlah pihak.
“Laporan sudah kami terima. Saat ini tim Satreskrim Polres Sibolga telah berada di lapangan untuk melakukan pengecekan TKP dan meminta keterangan awal dari beberapa pihak. Kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Sibolga untuk pengambilan sampel makanan yang selanjutnya akan diperiksa di laboratorium,” ujar Erwin.
Sejauh ini, Satreskrim Polres Sibolga telah melakukan sejumlah langkah, di antaranya melakukan pengecekan langsung ke warung mie tek-tek yang diduga menjadi sumber makanan, mendata warga yang mengalami gejala keracunan dan dirawat di rumah sakit, serta mengumpulkan informasi dari berbagai pihak terkait.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Sibolga untuk melakukan pengambilan sampel makanan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium.
Hingga kini, Polres Sibolga masih terus melakukan penyelidikan sesuai prosedur yang berlaku untuk memastikan penyebab pasti dari dugaan keracunan makanan tersebut. (red-hm)