MTU News
Beranda Agama Menag: Boikot Produk Pro-Israel Bisa Rugikan Umat Islam

Menag: Boikot Produk Pro-Israel Bisa Rugikan Umat Islam

Foto: Warga menikmati hidangan saat buka puasa bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta. (JB/Yayus Yuswoprihanto)

JAKARTA || MTUNews.com – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya gerakan boikot produk yang dianggap terafiliasi dengan Israel dan United States. Menurutnya, aksi boikot tersebut dinilai tidak memberikan dampak signifikan dalam menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah, khususnya yang berkaitan dengan isu kemanusiaan di Palestina.

Pernyataan tersebut disampaikan Nasaruddin saat memberikan sambutan dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2026). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya juga mengundang sejumlah pelaku usaha ke Masjid Istiqlal sebagai bentuk dukungan moral di tengah tekanan ekonomi akibat kampanye boikot terhadap sejumlah produk global.

Nasaruddin menilai bahwa gerakan boikot tidak serta-merta menjadi solusi terhadap konflik yang terjadi di Timur Tengah. Ia mencontohkan bahwa sejumlah negara yang berada di sekitar Israel masih tetap menjadi pasar bagi berbagai produk internasional, sehingga menurutnya aksi boikot di negara yang jauh dari pusat konflik tidak akan memberikan dampak besar terhadap situasi geopolitik di kawasan tersebut.

Ia juga menyoroti dampak ekonomi yang muncul di dalam negeri akibat gerakan boikot tersebut. Menurut Nasaruddin, ribuan pekerja di sektor makanan cepat saji dan industri terkait dilaporkan terdampak hingga mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Kondisi tersebut, kata dia, justru membuat masyarakat, khususnya umat Islam, mengalami kerugian ganda—baik secara kemanusiaan maupun ekonomi.

Karena itu, Nasaruddin mengajak berbagai pihak untuk melihat persoalan ini secara lebih komprehensif. Ia menegaskan pentingnya memberikan dukungan kepada dunia usaha yang dinilai turut berperan dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Menurutnya, keberlangsungan sektor usaha sangat penting bagi ketahanan ekonomi Indonesia, sehingga perlu dijaga agar tidak semakin tertekan oleh berbagai faktor, termasuk dampak kampanye boikot. (red-win)

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan